Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hikmah Hijrah Melahirkan Ukhuwah

Iklan Landscape Smamda
Hikmah Hijrah Melahirkan Ukhuwah
pwmu.co -
Masyarakat Islam
Muhsin MK

Oleh: Muhsin MK – Pegiat Sosial

PWMU.CO – Sirah senantiasa mengandung hikmah. Mempelajari Sirah penting di sekolah dan madrasah. Dari Sirah ini banyak nilai berharga. Termasuk peristiwa hijrah. Hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari Mekkah ke Madinah. 

Ukhuwah berkaitan dengan hubungan baik ummat di dunia dalam ikatan iman, ibadah dan kemanusiaan. Apa lagi sesama ummat Islam adalah bersaudara. Bila mereka berselisih harus ada islah. (Al Hujurat:10). Yakni perdamaian yang membawa Rahmat Allah.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam berhijrah meninggalkan rumah di Mekkah berdua dengan Abu Bakar Sidiq, Radhiyallahu ‘anhu. Inilah Ukhuwah pertama yang direalisasikan Nabi Muhammad dengan sahabatnya.

Ukhuwah Islamiyah yang dibangunnya benar benar otentik dalam suka dan duka. Bukan hanya bicara dan upacara. Sebagaimana dialami keduanya sepanjang perjalanan menuju Madinah. “Ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata pada sahabatnya, ‘Janganlah engkau bersedih. Sesungguhnya Allah beserta kita”. (At Taubah:40).

Kuatnya ukhuwah yang dibangun oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam dengan para sahabatnya semakin menjadi dalam tempaan hijrah. Padahal mereka sebelumnya, pada masa jahiliyah, berpecah belah. Namun setelah mereka berhijrah ke Madinah benar benar bersatu dalam ikatan ukhuwah dan jamaah Islamiyah. (Ali Imran:103).

Sebagai wujud kuatnya ukhuwah dan jamaah saat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam bersama sahabat sahabatnya tiba di Quba. Mereka bahu membahu membangun masjid bersejarah. Masjid Quba inilah rumah ibadah Muslim yang pertama kali dibangun Nabi dan para sahabat sebagai aktualisasi hijrah, ukhuwah dan hidup berjamaah. (At Taubah:108).

Di masjid ini Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melaksanakan sholat berjamaah dan membina ummat Islam, memperkokoh keimanan dan ibadah. Termasuk dalam usaha memperkuat jamaah dan ukhuwah Islamiyyah. Mereka aktif memakmurkannya secara personal dan berjamaah sesuai syariah Allah. (At Taubah:18).

Kehadiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersama sahabat sahabatnya, kaum Muhajirin, saat tiba di Madinah disambut ummat Islam dari kaum Anshar sebagai penduduk asli. Mereka menyambutnya dengan suka cita dan penuh rasa persaudaraan seiman dan seagama. Hubungan mereka disebutkan dalam firman Allah.

“Dan orang orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) mencintai orang orang yang hijrah (Muhajirin). Dan mereka (Anshar) tidak menaruh keinginan terhadap apa apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin), dan mereka mengutamakan orang orang (Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka (Anshar) dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya mereka itulah yang beruntung.”(Al Hasyr:9).

Bagaimana ukhuwah otentik telah dibangun oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan sahabat sahabatnya setelah hijrah? 

Disebutkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Ar Rabi Al Anshari Radhiyallahu ‘anhu.

Ketika itu Sa’ad Al Anshari Radhiyallahu ‘anhu memiliki dua orang istri dan saat itu ia terkenal sangat kaya. Lantas ia menawarkan kepada Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu untuk berbagi dalam istri dan harta. Abdurrahman ketika itu menjawab, “Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan harta. Cukuplah tunjukkan kepadaku dimana pasar”..

Iklan Landscape UM SURABAYA

Lalu ditunjukkan kepada Abdurrahman pasar. Kemudian ia berdagang dan mendapat untung yang banyak karena menjual keju dan samin. Suatu hari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melihat pada Abdurrahman Radhiyallahu ‘anhu ada bekas warna kuning pada pakaiannya. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam lantas mengatakan, “Apa yang terjadi padamu wahai Abdurrahman?'”

Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Wahai Rasulullah saya telah menikahi seorang wanita Anshar”. Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam kembali bertanya, “Berapa mahar yang engkau berikan kepadanya?”‘ Ia menjawab, “Aku memberinya mahar emas sebesar sebuah korma (sekitar lima dirham)*.

Kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Lakukan walimah walaupun dengan seekor kambing.*.(HR. Bukhari no. 2049,3937, Muslim no. 1427).

Ibnu Qayyim rahimakumullah berkata. “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam waktu itu mempersaudakan kaum Muhajirin dan Anshar di rumah Annas by Malik Radhiyallahu ‘anhu. Jumlah mereka saat itu sebanyak 90 orang. Sebagian dari Muhajirin sebagian dari Anshar. Mereka dipersaudarakan atas prinsip sama rata dalam hal warisan” 

Namun setelah turun firman Allah waris mewarisi hanya untuk yang memiliki hubungan darah saja. Sesuai firman Nya, *Dan orang orang yang mempunyai hubungan darah satu sy lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam kitab Allah dari pada orang orang mukmin dan orang orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik pada saudaramu (seagama)”.(Al Ahzab:9).(Zaad Al Ma’ad,3:63, Rumasyo.com).

Dari uraian di atas menjelaskan bahwa ukhuwah otentik yang dibangun Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabatnya yang pertama lebih mengutamakan ukhuwah Islamiyah. 

Baru kemudian saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memegang kekuasaan pemerintah di Madinah dilakukan ukhuwah insaniyah (dengan sesama penduduk) dan Wathaniyah (dengan pemerintah) setelah semua penduduknya menyetujui Piagam Madinah yang telah disepakati bersama.. Hanya orang orang munafiq yang berusaha merusak ukhuwah tersebut. (Al Baqarah:8-15).

Dalam Piagam Madinah ini yang menjadi konstitusi tertulis negara pertama di dunia disebutkan tentang perjanjian damai kaum muslimin (Muhajirin dan Anshar) dengan kaum Yahudi yang tinggal di Madinah. 

Perjanjian dalam Piagam Madinah itu berisikan tentang perlindungan harta dan jiwa, kemanusiaan dan hubungan baik yang saling menghormati hak hak dan kewajibannya. 

Piagam ini menjadi dasar dilaksanakan Ukhuwah otentik tentang Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah dan Ukhuwah Wathaniyah. Hanya sebagian kaum Yahudi di belakang hari yang mengkhianatinya sehingga mereka diusir dari Madinah.

Editor Teguh Imami

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu