
Kandungan Doa
Bismillah ( بِسْمِ اللَّهِ) yang artinya dengan menyebut nama Allah, yakni memohon perlindungan kepada Allah. ( الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ ا يَضُرُّ) alladzi laa yadlurruhu ma’as mihi) yang artinya ‘yang tidak ada yang membahayakan beserta nama-Nya, yakni dengan menyebut nama Allah Yang Mahaagung sebagai akidah dan keyakinan akan hal itu, tidak akan ada yang bisa membahayakan.
Syai’un fil ardli (شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ) yang artinya sesuatu pun yang di bumi, yakni bahaya yang secara tiba-tiba di bumi. Wa laa fissama’ (وَلَا فِي السَّمَاءِ) artinya tidak juga yang di langit, yakni bahaya dari atas yang akan turun.
Wa Huwa as Sami’ al ‘Alim (وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ) yang artinya Dialah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui, yakni Allah Maha Mendengar terhadap semua keluhan hamba-hamba-Nya yang mengeluh kepada-Nya, dan Maha Mengetahui terhadap apa yang sedang dan akan terjadi pada hamba-Nya.
Doa merupakan ikhtiar atau upaya yang bisa dilakukan oleh seorang hamba. Oleh karena itu doa itu harus disertai keyakinan dan kekhusyukan ketika membacanya. Karena jika seorang hamba berdoa tanpa yakin bahwa doanya dikabulkan, maka Allah beserta prasangka seorang hamba kepada-Nya. Demikian pula jika ia berdoa tanpa kekhusyuan, maka Allah tidak akan mengabulkan doa hamba yang hatinya lalai saat berdoa.
Semoga kita selalu memiliki ketergantungan kepada Allah, dan selalu berdzikir dan berdoa sebagaimana telah diajarkan atau di ijzahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, serta semoga kita bisa istikamah dalam menjalaninya. Amin. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni





0 Tanggapan
Empty Comments