Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

HMP IQT UMS Berkolaborasi dengan Dua Kampus Ternama Sukses Gelar Studi Banding di UIN Walisongo

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Foto bersama setelah kegiatan studi banding (Dwi Kurniadi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya anggota, Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (HMP IQT) dari tiga perguruan tinggi ternama di Jawa Tengah sukses menggelar kegiatan studi banding.

Kegiatan bertajuk “Mewujudkan Transformasi Organisasi yang Berkemajuan melalui Kolaborasi dan Inovasi” tersebut dilaksanakan di Aula Gedung Q-6 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pada Rabu (14/5/2025).

Dalam kegiatan ini, ada tiga kampus yang terlibat di antaranya yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), UIN Walisongo Semarang, dan UIN Salatiga. Kehadiran perwakilan dari masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi (HMJ/P) turut memeriahkan acara, yang berlangsung dengan semangat kebersamaan serta semarak warna-warni seragam resmi organisasi.

Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Quran yang menambah khidmat suasana. Selanjutnya, ketua umum dari masing-masing HMP/HMJ menyampaikan sambutannya, termasuk Ketua Umum HMP IQT UMS, Muhammad Arya Kautsar, yang menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah untuk berbagi gagasan antarkampus.

“Inilah momentum penting bagi kita sebagai pengurus organisasi. Melalui studi banding ini, diharapkan dapat lahir ide-ide dan gagasan segar yang bermanfaat bagi pengembangan himpunan di masa depan,” ujar Arya dalam sambutannya.

Tukar Gagasan Lewat Pemaparan Program Kerja

Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan Program Kerja (proker) dari masing-masing himpunan. HMP IQT UMS menjadi pemapar pertama, disusul oleh HMPS IQT UIN Salatiga, dan ditutup oleh HMJ IAT UIN Walisongo.

Pemaparan berlangsung secara interaktif, di mana setiap perwakilan menyampaikan program unggulan masing-masing dan saling memberikan tanggapan secara konstruktif.

Forum ini menjadi ajang pertukaran ide sekaligus refleksi atas strategi pengelolaan organisasi di masing-masing kampus. Memasuki sesi akhir, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dalam format Forum Group Discussion (FGD). Tema yang diangkat kali ini cukup relevan, yaitu “Efisiensi Anggaran dalam Organisasi Kemahasiswaan.”

Menariknya, dalam diskusi tersebut, peserta diminta untuk memerankan tiga perspektif berbeda, yakni sebagai pejabat, mahasiswa, dan masyarakat. Diskusi berlangsung dinamis dan sarat argumen. Masing-masing kelompok menyampaikan pandangan mengenai bagaimana anggaran organisasi dapat dikelola secara efisien tanpa mengorbankan kualitas kegiatan.

Diskusi menghasilkan berbagai kesimpulan dan titik temu yang diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan di masing-masing kampus.

Sementara itu, Ketua Umum HMJ IQT UIN Walisongo, Muhammad Faqih Firdaus, menyampaikan apresiasinya atas semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini.

“Saya berharap studi banding di masa mendatang tetap berporos pada tujuan awalnya, baik dari aspek intelektual maupun penguatan sistem organisasi. Karena dengan itulah sebuah acara dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan,” tutur Faqih.

Melalui kegiatan ini, ketiga kampus sepakat untuk terus membangun jejaring antarhimpunan guna menciptakan inovasi organisasi yang responsif terhadap tantangan zaman. Studi banding pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan langkah nyata dalam membangun organisasi mahasiswa yang profesional, solutif, dan berorientasi pada kemajuan. (*)

Penulis Dwi Kurniadi Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu