
PWMU.CO – Rapat Kerja (Raker) SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) yang dilaksanakan di Excotel Design Hotel Surabaya menghadirkan Dian Kartika Febriyanti SPd, wali siswa dari Keisya Aulia Fayyaz, siswi International Class XI-5. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Ahmad Yani No. 119 Frontage Road Surabaya, pada Sabtu-Ahad (28–29/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Dian Kartika Febriyanti, yang juga menjabat sebagai HRD PT Varia Usaha Beton, memberikan sesi berbagi pengalaman (sharing session) sekaligus menyampaikan evaluasi terhadap sekolah putrinya. Ia mengawali penyampaian dengan berbagi pengalamannya di dunia kerja.
“Kebetulan anak-anak yang magang atau praktik kerja lapangan di PT Varia Usaha Beton mayoritas berasal dari kalangan Muhammadiyah, baik dari sekolah menengah maupun perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. Bahkan beberapa institusi sudah menjalin kerja sama dengan kami,” ujarnya.
Ia menyampaikan rasa bangganya terhadap Smamita sebagai sekolah pilihan untuk putrinya. “Putri saya, Keisya Aulia Fayyaz, sangat mencintai sekolah ini. Pelayanan yang diberikan sangat prima dan menciptakan suasana nyaman bagi para siswa. Bahkan anak saya sering pulang lebih malam daripada saya yang bekerja,” tuturnya yang disambut tepuk tangan.
Menurutnya, kegiatan pembelajaran di Smamita tidak terbatas di dalam kelas saja, tetapi juga aktif di luar kelas. “Berkat Smamita, anak saya terbiasa menggunakan bahasa Inggris bahkan di rumah. Ia juga mengikuti berbagai pembiasaan positif, seperti membaca al-Quran dan salat tepat waktu,” ungkap Dian penuh syukur.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak salah memilih Smamita sebagai tempat pendidikan putrinya. “Kami bahkan ikut mempromosikan Smamita di berbagai kesempatan. Kalau ada sesuatu yang baik, kenapa tidak disampaikan?” katanya.
Dian juga aktif mengikuti informasi tentang Smamita melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Ia menilai fasilitas sekolah sangat mendukung peningkatan kompetensi siswa dan membuat proses belajar menjadi menyenangkan.
“Kalau saya bisa, ingin sekali membagikan pengalaman ini kepada wali murid lainnya. Mereka akan menyesal kalau tidak menyekolahkan anaknya di Smamita. Guru-guru Smamita harus bangga dengan pencapaian ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Efek dari Keisya bersekolah di Smamita sangat terasa. Sopan santunnya meningkat, salatnya lebih tertib, dan semangat membaca al-Quran lebih tinggi daripada saya.”
“Sekolah Islam seharusnya memang seperti ini. Orang tua ingin hidupnya tenang dan damai, dan Smamita telah memberikan ketenangan itu. Meski kadang anak saya pulang lebih malam dari saya, saya tahu itu karena cintanya pada sekolah ini,” ucapnya.
“Kalau semua anak Indonesia bisa seperti ini—religius, cakap berbahasa Inggris, dan cerdas—saya yakin generasi Islam akan menjadi rahmatan lil alamin,” tambahnya. Dian yang juga pernah menempuh studi beasiswa di Amerika menutup penyampaian dengan doa agar guru-guru Smamita selalu diberikan rahmat dan kesuksesan dunia akhirat.
Sementara itu, Keisya Aulia Fayyaz turut menyampaikan pandangannya dalam sesi evaluasi. “Terima kasih telah memberikan saya kesempatan berbicara. Tidak semua sekolah memberi ruang dialog seperti ini kepada siswanya,” terang Keisya.

Ia memberikan beberapa masukan sebagai bentuk kepeduliannya. “Kalau tadi Mama menyampaikan sisi pelayanan yang luar biasa, saya ingin memberi beberapa usulan agar Smamita bisa menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.
“Saya merasa para guru di sini sangat menghargai siswa, tidak merasa lebih tinggi. Kami diberi ruang komunikasi dan didengarkan. Itu membuat saya merasa dihargai dan dicintai,” ujar Keisya.
Keisya berharap Smamita lebih tegas dan ketat dalam penerapan bahasa Inggris, terutama di International Class. “Ada teman-teman yang sudah bagus dalam bahasa Inggris, tapi ada juga yang masih perlu dukungan,” lanjutnya.
Ia juga mengusulkan adanya kegiatan bermalam di sekolah dengan konsep menyenangkan dan berbahasa Inggris, seperti menonton film bersama atau aktivitas lain sebagai penunjang pembelajaran.
“Saya harap ide-ide ini bisa diterapkan agar terbangun chemistry yang lebih kuat antar siswa dan sekolah,” pungkasnya. (*)
Penulis Nashiiruddin Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments