Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Husni Amriyanto Putra, menjalani sidang ujian tertutup disertasi pada Program Studi Doktor Politik Islam Pascasarjana UMY, Senin (6/4/2026). Husni mengangkat judul “Faith-Based Organization dan Diplomasi Perdamaian: Studi Atas Sikap, Posisi, dan Peran Muhammadiyah dalam Krisis Kemanusiaan Konflik Rohingya” dalam disertasinya.
Penelitian Husni menyoroti peran Muhammadiyah dalam merespons konflik kemanusiaan global, khususnya tragedi yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Ucapan selamat datang dari Iqbal Shoffan Shofwan, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.
Iqbal, yang juga alumni Hubungan Internasional UMY angkatan 1997, menyampaikan apresiasinya melalui pesan WhatsApp. “Selamat Pak Dr. Husni,” ujar Iqbal, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut, Iqbal memberikan penilaian terhadap substansi disertasi tersebut. Ia menilai kajian Husni memperlihatkan secara jelas bagaimana Muhammadiyah berperan strategis dalam merespons krisis Rohingya.

Menurut Iqbal, dalam kasus Rohingya, Muhammadiyah terbukti bertindak sebagai aktor non-negara yang aktif dan memiliki jejaring transnasional. Kedua, Muhammadiyah juga terbukti menggabungkan aksi kemanusiaan langsung dengan advokasi global. “Muhammadiyah mampu menggerakkan mobilisasi publik dalam skala luas.”
Ia menilai pendekatan yang diangkat dalam disertasi tersebut relevan dalam konteks diplomasi modern. Ketika aktor non-negara semakin memiliki pengaruh signifikan dalam isu-isu global.
“Disertasi ini menunjukkan bahwa organisasi berbasis keagamaan tidak hanya bergerak di ranah domestik. Tetapi juga mampu memainkan peran penting dalam diplomasi kemanusiaan internasional,” kata Iqbal.
Penelitian Husni dinilai memberikan kontribusi penting dalam kajian politik Islam dan hubungan internasional, khususnya terkait peran organisasi masyarakat sipil dalam menciptakan perdamaian dan merespons krisis kemanusiaan lintas negara.





0 Tanggapan
Empty Comments