Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Idul Adha Hijau Muhammadiyah Bangil: Kurban Ramah Lingkungan, Tanpa Sampah Plastik

Iklan Landscape Smamda
Idul Adha Hijau Muhammadiyah Bangil: Kurban Ramah Lingkungan, Tanpa Sampah Plastik
pwmu.co -
Dokumentasi penyerahan daging kurban bernuansa green Idul Adha (Adhelways Ria/PWMU.CO)

PWMU.CO – Perguruan Muhammadiyah Bangil menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan inovasi ramah lingkungan. Tak sekadar menunaikan ibadah kurban, mereka menghadirkan nuansa Green Idul Adha, mengemas semangat berkurban dengan kepedulian sosial dan kelestarian lingkungan.

Tahun ini, panitia kurban berhasil menyembelih 5 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Daging kurban yang terkumpul kemudian dibagikan ke sekitar 2000 penerima manfaat di wilayah Desa Kersikan, Satak, Sidowayah, Bendomungal, dan sekitarnya.

Kepala Perguruan Muhammadiyah Bangil menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme warga, guru, karyawan, siswa, serta para donatur yang mendukung pelaksanaan qurban.

“Kami tidak hanya ingin beribadah, tetapi juga menanamkan nilai solidaritas dan tanggung jawab sosial kepada para siswa,” ujarnya.

Dokumentasi penyerahan daging kurban menggunakan besek (Adhelways Ria/PWMU.CO)

Besek: Simbol Hijau Idul Adha

Yang menarik, tahun ini seluruh daging qurban dikemas menggunakan besek (wadah dari anyaman bambu) sebagai pengganti plastik. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Perguruan Muhammadiyah Bangil terhadap pengurangan sampah dan kesadaran lingkungan.

“Penggunaan besek adalah bagian dari edukasi ekologi kepada siswa dan masyarakat. Kami ingin menjadikan Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang merawat bumi,” ujar salah satu guru koordinator.

Siswa-siswi yang terlibat aktif dalam pembungkusan dan distribusi daging juga merasakan pengalaman langsung membagikan manfaat kurban. “Kami senang bisa terlibat langsung, ini jadi pengalaman yang mengajarkan pentingnya peduli dan berbagi,” ungkap salah satu siswa.

Dokumentasi penyerahan daging kurban kepada masyarakat (Adhelways Ria/PWMU.CO)

Kurban sebagai Pembelajaran Sosial dan Spiritual

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kolaboratif antara siswa, guru, dan masyarakat. Mereka tidak hanya belajar tentang makna pengorbanan dalam Islam, tetapi juga pentingnya aksi nyata dalam membangun kepedulian sosial dan lingkungan.

“Semangat Green Idul Adha ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah dan komunitas lain di Indonesia. Bahwa berkurban bisa menyentuh banyak aspek—agama, sosial, hingga ekologi,” pungkas panitia.

Semoga semangat kurban yang penuh keberkahan ini membawa manfaat yang luas dan menjadi pemantik semangat hijrah kolektif menuju masyarakat yang berkeadaban, peduli sesama, dan ramah lingkungan. (*)

Penulis Adhelways Ria Editor M Tanwirul Huda

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu