Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

IGABA Sukses Gelar Spiritual Building Pendidik Aisyiyah Kecamatan Kota Bojonegoro

Iklan Landscape Smamda
IGABA Sukses Gelar Spiritual Building Pendidik Aisyiyah Kecamatan Kota Bojonegoro
Foto bersama pendidik Aisyiyah kecamatan kota Bojonegoro. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) Aisyiyah Kecamatan Kota Bojonegoro sukses menggelar kegiatan Spiritual Building bagi pendidik Aisyiyah, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Musala PAUD ABA Percontohan, Jalan Dr. Sutomo No. 59, Bojonegoro.

Spiritual Building mengusung tema “Fikih Kebencanaan dalam Perspektif Muhammadiyah” dan diikuti 52 pendidik dari TK ABA Percontohan serta TK ABA 1, 2, 3, dan 4 Kota Bojonegoro.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang bertujuan memperkuat tauhid para pendidik Aisyiyah, sekaligus memberikan pencerahan terkait persoalan pendidikan, keagamaan, dan fikih yang dihadapi pendidik.

Pemateri utama, Drs. Ikhwanudin, M.Pd., dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, membahas fenomena bencana alam yang belakangan terjadi dan viral di media sosial, seperti tanah longsor dan banjir bandang di wilayah Sumatera dan Aceh.

Ia mengutip Surah Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan manusia. Ayat tersebut menegaskan adanya hubungan sebab akibat antara kerusakan lingkungan, bencana alam, dan perilaku manusia.

“Tidak cukup hanya membersihkan lingkungan dari sampah, tetapi juga membersihkan hati dari maksiat dan dosa. Salah satunya dengan memperbanyak istigfar dan salat tobat,” ujarnya.

Ikhwanudin menambahkan bahwa dalam Islam, setiap peristiwa memiliki tuntunan, termasuk dalam menyikapi bencana. Muhammadiyah memiliki konsep fikih kebencanaan sebagai panduan umat.

Ia menjelaskan tiga prinsip fikih kebencanaan Muhammadiyah. Pertama, tauhid dan takdir Allah, bahwa bencana merupakan ketentuan Allah, namun harus disikapi dengan sabar dan tawakal. Kedua, ikhtiar dan usaha, yakni kewajiban manusia untuk mencegah dan menanggulangi bencana serta memohon perlindungan Allah. Ketiga, tanggung jawab sosial, yaitu kewajiban umat Islam membantu korban bencana dan terlibat dalam upaya penanggulangan jangka panjang.

Salah satu peserta, Ayun Saritilawah, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Spiritual Building rutin memberikan pencerahan keagamaan yang relevan dengan peristiwa aktual di Tanah Air.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu