Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

IHT RSA Bojonegoro: Penerapan Budaya Kerja, Melayani Setulus Hati dan Islami

Iklan Landscape Smamda
IHT RSA Bojonegoro: Penerapan Budaya Kerja, Melayani Setulus Hati dan Islami
IHT RSA Bojonegoro: Penerapan Budaya Kerja, Melayani Setulus Hati dan Islami (1). (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan serba cepat, budaya pelayanan sering kali terjebak dalam rutinitas mekanis. Padahal, pelayanan yang bermakna membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan teknis, ia memerlukan ketulusan hati dan nilai-nilai spiritual yang mendalam.

Salah satu pendekatan yang dapat menyatukan profesionalisme dan spiritualitas adalah dengan menerapkan budaya kerja Islami yang menekankan pelayanan dengan setulus hati.

Upaya memberikan pelayanan terbaik terus digalakkan oleh RS Aisyiyah Bojonegoro. Menyisir unit front liner sepertiI GD, IRJ, pendaftaran, rekam medis, satpam, kasir, dan farmasi mendapatkan penekanan khusus tentang penerapan budaya kerja supaya dapat melayani setulus hati dan Islami.

Materi yang disimulasikan dengan role play berfokus pada bagaimana karyawan RSA di bagian depan mampu merespon tiap permasalahan yang dihadapi pasien yang berobat dan mampu memberi solusi atas kesulitan pasien.

Bertempat di Ruang Pertemuan Nyai Walidah, 50 peserta mengikuti acara yang dikemas sangat menarik dan inspiratif pada Sabtu (16/8/2025). Terdapat 3 panelis secara bergiliran sampaikan materi secara sistematis. Materi budaya kerja disampaikan oleh Ns Anik Sulistyani SKep, etos kerja islami binroh oleh Ns H M. Khoirul Mu’minin SKep, dan melayani setulus hati oleh Ns Siti Kalimah SKep MKep.

IHT RSA Bojonegoro: Penerapan Budaya Kerja, Melayani Setulus Hati dan Islami (2). (Istimewa/PWMU.CO)
IHT RSA Bojonegoro: Penerapan Budaya Kerja, Melayani Setulus Hati dan Islami (2). (Istimewa/PWMU.CO)

Terkait IHT ini, tweetan menarik ditulis Direktur RSA dr Tomy Oeky Prasiska MARS sebagai penyemangat bagi seluruh karyawan RSA di sosial media. Ia mengatakan bahwa pelayanan berkualitas tidak didapatkan dari ucapan selamat datang atau fasilitas mewah, tetapi dari pelatihan berulang dan pebiasaan yang terus-menerus (salah satunya dengan role play).

Kasubid. Diklat RSA, Ns Suyitno SKep menjelaskan bahwa IHT ini tidak sekedar transfer ilmu tapi kita desain dengan role play agar peserta lebih memahami tugas Front Liner tidak sebatas melayani lalu selesai.

“Tapi lebih dari itu, karyawan di bagian depan harus mampu handle complain dan problem solving. Semua dihadirkan untuk menyambut layanan terbaik Gedung Ji’rona yang akan diresmikan September bulan depan,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu