Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ikhlaskan Niat, Lipatgandakan Pahala Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Ikhlaskan Niat, Lipatgandakan Pahala Ramadan
Ridwan Manan. Foto: Dok/Pri
Oleh : Ridwan Manan Kepala SMA Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo dan Anggota Lembaga Pengembangan Pesantren PDM Sidoarjo
pwmu.co -

Niat dalam amal sangat menentukan diterimanya amal ibadah. Ibarat amal tanpa niat seperti jasad tanpa ruh. Dalam melaksanakan ibadah Ramadan diperlukan niat yang tulus hanya karena Allah sehingga aktivitas Ramadan bernilai ibadah yang membuahkan pahala.

Karena pentingnya niat sehingga diantara para perawi hadis dan ulama menempatkannya pada bab pertama dalam kitab hadis. Imam Bukhari dan Imam Muslim menempatkan pada bab pertama dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Imam Nawawi pada Kitab Hadis Arbain, Kitab Riyadus Sholihin dan kitab Al Adzkar.

Bersumber dari hadis yang masyhur riwayat sahabat Umar bin Khatab, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari dan Muslim)

Karena pentingnya niat sehingga para ulama berpendapat hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Khatab tentang niat ini adalah sepertiga dari Islam.

Menurut Imam Baihaqi, karena tindakan seseorang itu terjadi dengan hati, lisan dan anggauta badannya. Niat tempatnya di hati dan hati merupakan salah satu dari tiga hal yang paling utama.

Niat Kunci Ibadah

Niat yang ikhlas adalah kunci dalam menentukan kualitas setiap ibadah dan menumbuhkan sikap istiqomah. Niat juga menentukan nilai ibadah. Niat diibaratkan angka 1 (satu) di depan angka 0 (nol). Semua angka nol tidak akan bernilai walaupun jumlahnya banyak.

Ketika angka 1 (satu) diletakkan di depannya, maka angka nol akan bernilai. Semakin banyak angka 0 (nol) dibelakang angka satu semakin besar nilainya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Semua ibadah tidak bernilai di hadapan Allah jika tidak diniatkan dengan benar. Semakin banyak ibadah yang diniatkan karena Allah, maka semakin tinggi kualitas dan kuantitas ibadah, semakin tinggi pula diterimanya amal ibadah.

Islam sangat menghargai niat baik seseorang walaupun belum mampu melaksanakan. Apabila niat baik itu dilaksanakan, Allah akan memberikan pahala sepuluh sampai tujuh ratus kali bahkan lebih menurut kehendak Allah.

Apabila niat baik itu tidak terlaksana karena suatu halangan Allah tetap memberikan dengan satu pahala.

Rasulullah juga menerangkan orang miskin juga bisa mendapatkan pahala seperti orang kaya yang bersedekah walaupum ia tidak mampu bersedekah dikarenakan niatnya yang benar.

مَثَلُ هَذِهِ الْأُمَّةِ كَمَثَلِ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا وَعِلْمًا فَهُوَ يَعْمَلُ بِعِلْمِهِ فِي مَالِهِ يُنْفِقُهُ فِي حَقِّهِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ عِلْمًا وَلَمْ يُؤْتِهِ مَالًا فَهُوَ يَقُولُ لَوْ كَانَ لِي مِثْلُ هَذَا عَمِلْتُ فِيهِ مِثْلَ الَّذِي يَعْمَلُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ …وَسَلَّمَ فَهُمَا فِي الْأَجْرِ سَوَاءٌ

“Permisalan umat ini bagaikan empat orang. Seseorang yang diberikan oleh Allah berupa harta dan ilmu, kemudian dia membelanjakan hartanya sesuai dengan ilmunya, dia menginfakkannya kepada yang berhak. Ada pula seseorang yang diberi oleh Allah berupa ilmu namun tidak diberikan harta. Dia berkata, ‘Seandainya saya memiliki seperti yang dimiliki orang ini (orang yang pertama), niscaya saya akan berbuat seperti yang ia perbuat.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Maka dalam urusan pahala, mereka berdua sama “ (HR. Ibnu Majah)

Pentingnya menata niat setiap amal ibadah karena niat yang benar sebagai syarat diterimanya amal dan menjadi benteng agar tidak tergelincir dari godaan setan yang terkutuk. Niatkan melaksanakan ibadah Ramadan semata hanya karena Allah Ta’ala. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu