Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ikhtiar Mencetak Hafidz 18 Juz: SMP Muhammadiyah 6 Pucuk Resmi Luncurkan Program Takhasus

Iklan Landscape Smamda
Ikhtiar Mencetak Hafidz 18 Juz: SMP Muhammadiyah 6 Pucuk Resmi Luncurkan Program Takhasus
Ketua Dikdasmen Ranting Pucuk, Ustadz Ahmad Ridwan, M.Si., yang memberikan sambutan sekaligus memberikan motivasi mengenai kemuliaan menjadi keluarga Allah di bumi melalui Al-Qur'an. (Hendrik Furqon/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana haru menyelimuti Aula Masjid Baitul Izza pada Senin (2/2/2026).

Wajah-wajah haru terlihat dari raut wali murid saat 21 siswa angkatan pertama Program Takhasus melangkah maju untuk menerima doa restu.

Momen ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan tonggak sejarah bagi SMP Muhammadiyah 6 Pucuk dalam mewujudkan ambisi besar: melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an dari pelosok desa di Lamongan.

Visi Besar di Balik Program Takhasus

Kepala SMP Muhammadiyah 6 Pucuk, Hikmah Nishfi Maulidiyah, S.Pd.,—yang kini sedang menempuh studi Magister Pedagogi di Universitas Muhammadiyah Malang— menegaskan bahwa Program Takhasus adalah manifestasi dari janji sekolah kepada Allah SWT.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman dengan menyeimbangkan keunggulan akademik dan akhlak Qur’ani.

“Ini bukan program biasa. Ini janji kami kepada Allah,” ucap Kepala SMP Muhammadiyah 6 Pucuk dengan suara bergetar.

“Visi kami bukan sekadar tulisan di dinding. Kami ingin mencetak anak-anak yang cerdas secara intelektual namun tetap membumi dengan Al-Qur’an sebagai kompas hidupnya. Indikator keberhasilan utama kami adalah mereka menjadi hafidz,” tegasnya dengan penuh haru.

Mekanisme “Satu Hari Satu Halaman”

Berbeda dengan kelas reguler yang menargetkan hafalan 3 juz, Program Takhasus menetapkan target ambisius: minimal 18 juz dalam tiga tahun.

Strategi yang diterapkan adalah metode tikrar—sebuah teknik pengulangan bacaan secara konsisten hingga hafalan melekat kuat di sanubari.

Siswa diwajibkan menyetorkan hafalan minimal satu halaman setiap hari.

Fleksibilitas diberikan dalam proses penyetoran; siswa boleh menyetor secara bertahap atau langsung satu halaman penuh, asalkan target harian terpenuhi.

Filosofi yang diusung adalah ketekunan di atas kecepatan.

“Anak boleh menyetor sekaligus satu halaman atau bertahap. Yang penting dalam sehari targetnya tercapai. Menghafal Al-Qur’an itu soal ketekunan, bukan kecepatan,” jelas Hikmah Nishfi Maulidiyah.

Kurikulum Eksklusif dan Pendampingan Profesional

Guna menjamin kualitas hafalan dan keseimbangan akademik, peserta Program Takhasus mendapatkan perlakuan istimewa dalam struktur kurikulum:

  1. Waktu Khusus: Alokasi waktu sekitar 6 jam pelajaran per hari didedikasikan khusus untuk pendalaman Al-Qur’an.
  2. Bimbingan Eksklusif: Meski fokus menghafal, siswa tetap mendapatkan bimbingan belajar intensif untuk mata pelajaran umum agar prestasi akademik tetap terjaga.
  3. Tenaga Ahli: Sekolah menggandeng “Rumah Tahfidz Khodijah” dengan menghadirkan dua ustadzah hafidzah 30 juz yang telah memiliki syahadah resmi sebagai pembimbing inti.

Ustadzah Nujib, salah satu pembimbing, menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada saat menghafal, melainkan menjaga hafalan tersebut.

Oleh karena itu, evaluasi dilakukan setiap bulan dengan pendekatan hati, memastikan setiap santri tetap termotivasi meskipun berada di fase tersulit adaptasi.

“Anak-anak ini adalah pilihan Allah. Kami hanya menjadi perantara agar mereka kelak menjadi penjaga kitab suci dan cahaya bagi keluarganya,” tutur Ustadzah Nujib dengan rendah hati.

Suasana haru ditampakkan oleh wali murid dari 21 siswa angkatan pertama Program Takhasus (Hendrik Furqon/PWMU.CO)

Momentum Syakban Menuju Ramadhan

Koordinator Program, Amin Umamah, S.Ag., mengungkapkan bahwa peluncuran di bulan Syakban merupakan langkah strategis untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

“Sebulan terakhir ini untuk menguatkan niat anak-anak. Karena sebentar lagi Ramadhan, bulan turunnya Al-Qur’an. Rasanya sangat pas untuk meluncurkan program mulia ini di bulan Syakban,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dikdasmen Ranting Pucuk, Ustadz Ahmad Ridwan, M.Si., yang membuka acara tersebut, turut memberikan motivasi mengenai kemuliaan menjadi keluarga Allah di bumi melalui Al-Qur’an.

Harapannya, program ini menjadi cahaya bagi keluarga dan masyarakat Pucuk.

Dengan sinergi antara sekolah, wali murid, dan pembimbing profesional, SMP Muhammadiyah 6 Pucuk optimis bahwa 21 siswa angkatan pertama ini akan menjadi pionir lahirnya para penghafal Al-Qur’an yang akan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.

Siang itu, aula boleh saja mulai sepi, namun api semangat dari Program Takhasus baru saja berkobar, membawa harapan akan lahirnya generasi emas yang memuliakan agama dan bangsa melalui cahaya kalam Ilahi.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu