Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ikhtiar Menuju Kalender Peradaban Umat

Iklan Landscape Smamda
Ikhtiar Menuju Kalender Peradaban Umat
Oleh : Ery Santika A. S.ST. M.Ag. Da'i Muhammadiyah, NBM: 1091631
pwmu.co -

Sepanjang sejarah, umat Islam memaknai waktu lebih dari sekadar urusan tanggal.

Waktu menopang fondasi keteraturan ibadah, menggerakkan koordinasi sosial, dan membentuk wajah peradaban.

Oleh karena itu, saat Muhammadiyah menghadirkan gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), kita tidak boleh melihatnya sebagai isu teknis semata.

Langkah ini menandai strategi besar menuju kematangan peradaban Islam modern.

KHGT menyatu secara integral dalam napas Islam Berkemajuan—sebuah cara berislam yang memegang teguh wahyu, namun tetap mengaktualisasikan nilai syariat secara tertib, universal, dan maslahat.

Ini bukan sekadar memperbarui administrasi, melainkan membangun kesadaran bahwa Islam harus memimpin dan menentukan arah zaman.

Sejak awal, Islam meletakkan prinsip kepastian dan keteraturan sebagai fondasi utamanya.

Bukankah Allah menciptakan alam semesta ini dalam ukuran yang presisi?

Al-Qur’an menegaskan:

إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٍ

“Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar 54: Ayat 49)

Ayat ini tidak sekadar menyampaikan pesan teologis, tetapi juga menyusun argumen rasional bahwa Allah menggerakkan hukum-Nya dalam sistem yang terukur.

Maka, saat umat makin mampu membaca keteraturan ciptaan-Nya, mereka pun kian mendekati hikmah syariat.

Kalender mengunci keteraturan itu dalam kehidupan manusia.

Lebih jauh, Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah menetapkan peredaran bulan dan matahari agar manusia mampu membangun sistem perhitungan waktu yang akurat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلشَّمۡسَ ضِيَآءً وَٱلۡقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٍ يَعۡلَمُونَ

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Yunus 10: Ayat 5)

Perhatikan, Al-Qur’an menyebut tujuan kosmik itu dengan sangat tegas: لِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَ (agar manusia mengetahui bilangan tahun dan perhitungan).

Hal ini berarti agama tidak memandang hisab sebagai unsur asing, melainkan menempatkannya sebagai bagian integral dari hikmah penciptaan langit.

Di titik inilah KHGT menancapkan pijakan intelektual yang kuat dengan mentransformasi kalender Hijriah menjadi sistem waktu yang terukur, terprediksi, dan menyatu secara global.

Langkah ini menjadi krusial sebab realitas modern tidak lagi mengotak-ngotakkan umat Islam dalam komunitas lokal yang terpisah, melainkan melalui teknologi, ia menghubungkan seluruh umat sebagai satu komunitas global dalam hitungan detik.

Maka, kebutuhan akan kalender global menjadi keniscayaan logis yang kian mempertegas posisi Islam sebagai agama universal.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ…

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia.(QS. Saba’ 34: Ayat 28)

Jika risalah Islam merangkul prinsip universalitas, maka sistem waktu ibadah umat pun sudah seharusnya menuju titik yang sama.

KHGT hadir sebagai bentuk ikhtiar nyata untuk mewujudkan arah tersebut.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Lebih dari itu, Islam Berkemajuan menempatkan kemaslahatan sebagai tujuan agung syariat.

Kalender yang seragam dan terencana tidak hanya memudahkan ibadah, tetapi juga memperkuat seluruh tata kelola umat—mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, hingga hubungan internasional.

Langkah ini menegaskan keselarasan dengan prinsip Islam yang senantiasa menjunjung tinggi ketepatan dan profesionalisme.

Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang dari kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (tepat dan sempurna).” (HR. At Thabrani)

Maka, menyusun kalender Hijriah dengan prinsip ketepatan ilmiah menjadi wujud nyata itqan (profesionalitas) dalam mengelola ibadah.

Allah telah menghamparkan hukum alam yang dapat kita pelajari untuk menghadirkan kepastian.

Lebih jauh lagi, KHGT mengobarkan semangat persatuan yang sangat kuat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُواْ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103)

Persatuan umat tidak hanya berpijak pada kesamaan akidah, tetapi juga membutuhkan sistem sosial yang menyelaraskan ritme kehidupan.

Kalender menjadi simbol vital bagi kesatuan tersebut. Saat umat memegang rujukan waktu yang sama, mereka membuka jalan bagi terwujudnya kebersamaan global.

Islam pun membentangkan ruang luas bagi ijtihad dalam urusan teknis dunia guna menghasilkan kemaslahatan yang nyata.

Rasulullah Saw bersabda:

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian. (HR. Muslim)

Kalender menjadi bagian penting dalam tata kelola dunia yang memengaruhi keteraturan ibadah.

Oleh karena itu, menerapkan ilmu astronomi modern dalam KHGT merupakan bentuk ijtihad yang sah dan rasional.

KHGT Muhammadiyah memanifestasikan Islam Berkemajuan secara nyata: ia menghadirkan Islam yang tetap berpijak pada wahyu, namun sekaligus membangun sistem peradaban yang tertib, ilmiah, dan menyatukan.

Islam tidak pernah menolak ilmu pengetahuan, karena ilmu itu sendiri mengalir dari ayat-ayat Allah yang terbentang di alam semesta.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

سَنُرِيهِمۡ ءَايَٰتِنَا فِي ٱلۡأٓفَاقِ وَفِيٓ أَنفُسِهِمۡ…

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri…” (QS. Fussilat 41: Ayat 53)

Pada akhirnya, KHGT menjadi ikhtiar nyata untuk membaca tanda-tanda Allah di langit guna menghadirkan keteraturan umat di bumi.

Ia tidak sekadar menyajikan deretan tanggal, melainkan mengayunkan langkah strategis untuk mematangkan umat Islam sebagai peradaban global yang menyatukan.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu