Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ikhtibar Tahfidz Ke-9 SD Mumtaz: Menjaga Kalam Ilahi dengan Cinta dan Kesungguhan

Iklan Landscape Smamda
Ikhtibar Tahfidz Ke-9 SD Mumtaz: Menjaga Kalam Ilahi dengan Cinta dan Kesungguhan
pwmu.co -
Mukhtabir, ustadz Misbahul Murir SPdI sedang menguji peserta mukhtabir Aulia Izzatun Nisa (Eli Mahmudah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sebanyak 137 siswa dari kelas Bustanul Qurro’ wal Huffadz SD Mumtaz—nama lain dari SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman—mengikuti Ikhtibar Tahfidzul Qur’an ke-9 yang dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (21–25/4/2025).

Ujian berlangsung setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Koordinator Mengaji SD Mumtaz, Muhammad Nabil Lubby dan Nida Balqis Darajat SSos, menjelaskan bahwa peserta tahun ini berasal dari berbagai kategori hafalan, mulai dari Juz 30, 29, 28, 1, 2, 3, 4, hingga Juz 5.

“Alhamdulillah, jumlah peserta semakin meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan antusiasme dan semangat luar biasa dari para siswa dalam menghafal al-Quran,” ujarnya.

Siswa Penghafal Lebih dari Satu Juz

Dari seluruh peserta, terdapat lima siswa yang mengikuti ujian dengan hafalan dua juz, yaitu:

  1. Muhammad Arkan Musyaffa (Juz 29 dan 2)
  2. Kalyla Sashikirana Hariawan (Juz 1 dan 2)
  3. Annisa Dzikro Mufidah (Juz 1 dan 2)
  4. Nazifa Chairunnisa Setiyantoro (Juz 2 dan 3)
  5. Abelia Siena Aisyah Arfinda (Juz 3 dan 4)

Selain itu, satu siswa atas nama Queeneera Sayyidatan Nisa’ tercatat mengikuti ujian tiga juz sekaligus, yakni Juz 3, 4, dan 5. Para penghafal dua hingga tiga juz ini mengikuti ujian dalam dua tahap, termasuk ujian tasmi’ yang dihadiri oleh orangtua serta tim mukhtabir dari kalangan praktisi pendidikan dan tokoh masyarakat.

Diuji oleh Tajdied Center Jawa Timur

Pelaksanaan ujian tahfidz kali ini melibatkan tim penguji dari Tajdied Center Jawa Timur yang dipimpin oleh Ustadz Misbahul Munir, S.Pd.I—pencetus sekaligus penulis metode Tajdied. Setiap hari, rata-rata 26 hingga 30 siswa menjalani ujian hafalan.

Kegiatan diawali dengan shalat Dhuha bersama, dilanjutkan dengan motivasi dari pimpinan sekolah. Di hari pertama, motivasi disampaikan oleh Waka Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang mengingatkan bahwa menghafal al-Quran adalah anugerah besar. “Allah memberikan kemudahan kepada siapa yang ingin mempelajari al-Quran. Maka, hafalan kalian ini adalah bentuk kesungguhan dan cinta kalian kepada Kalamullah,” tuturnya.

Motivasi hari kedua disampaikan oleh Waka Kesiswaan, Heni Dwi Utami SSos SPd. Ia menyampaikan bahwa ujian tahfidz bukan sekadar pengukuran hafalan, tetapi juga pembuktian atas kedisiplinan dan integritas siswa sebagai generasi Qurani.

Dari Rasa Takut Menjadi Bahagia

Menjelang ujian, para siswa tampak gugup karena harus menyelesaikan satu juz dalam satu kali duduk tanpa jeda. Namun, saat mereka dinyatakan lulus dengan predikat Mumtaz, kebahagiaan pun jelas tergambar di wajah mereka.

Salah satu peserta, Abelia Siena Aisyah Arfinda, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada SD Mumtaz yang sudah memfasilitasi program tahfidz. Karena ini, saya bisa meraih cita-cita menjadi seorang hafidzah,” ujarnya.

Apresiasi Orangtua

Wali murid juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Nur Asiyah, S.E., ibunda dari Aisyah Zalfa Rofifah (kelas 2B) dan Aulia Izzatun Nisa (kelas 5), menyampaikan kesan mendalamnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur anak-anak kami bisa menjadi bagian dari program tahfidz di SD Mumtaz. Program ini tidak hanya mengajarkan hafalan, tapi juga membentuk karakter dan kecintaan mereka terhadap al-Quran.

Terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang sabar dan penuh kasih dalam membimbing. Semoga program ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak keluarga,” ungkapnya.

Ia pun berharap program ini menjadi ladang amal jariyah bagi seluruh tenaga pendidik dan keluarga besar SD Mumtaz. (*)

Penulis Eli Mahmudah Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu