Kabut pagi menyelimuti Area MDTC (Muhammadiyah Development and Training Centre) di kaki Gunung Kukusan, Campurejo, Panceng, Gresik. Di sanalah semangat kepanduan para kader Hizbul Wathan menyatu dengan alam.
Termasuk Dewan Kerabat Penghela Hizbul Wathan (DKP-HW) SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) yang mengikuti Perkemahan Akhir Pekan (Kemahiran) Hizbul Wathan Kwartir Daerah (Kwarda) Kabupaten Gresik, Kamis-Sabtu (15-17/1/2026).
Sejak hari pertama, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya menuntut ketahanan fisik, tetapi juga pembentukan mental, spiritual, dan karakter kepemimpinan.
Hari pertama, diawali dengan pemasangan tenda yang dilakukan secara mandiri oleh peserta. Aktivitas ini menjadi simbol awal kemandirian yang terus diuji sepanjang kegiatan. Rangkaian dilanjutkan dengan upacara pembukaan sebagai penanda dimulainya Kemahiran HW tingkat daerah.
Malam harinya, suasana kemah berubah menjadi khidmat melalui lomba praktik salat gerhana dan salat istisqo.
Di bawah langit kaki gunung, para peserta tidak hanya diuji kemampuan praktik ibadah, tetapi juga ditanamkan kesadaran bahwa nilai religius merupakan fondasi utama dalam gerakan Hizbul Wathan.
Hari Kedua yang Penuh Tantangan
Keesekannya menjadi hari penuh tantangan. Peserta mengikuti lomba pionering rancang bangun menggunakan 50 tongkat, yang menuntut ketelitian, kerja sama, dan kepemimpinan dalam tim.
Ujian kreativitas berlanjut dalam lomba memasak, di mana DKP-HW Smamio mampu menunjukkan kekompakan dan inovasi. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya Juara 3 lomba memasak, menjadi salah satu capaian membanggakan dalam kegiatan Kemahiran kali ini.
Malam hari ditutup dengan lomba pentas seni, menghadirkan ruang ekspresi bagi peserta untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta mempererat kebersamaan antar-kontingen.
Di hari ketiga, pagi diawali dengan senam bersama, menciptakan suasana segar sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara resmi melalui upacara penutupan.
Guru pembina Hizbul Wathan Smamio, Ustaz Mohammad Hasan, menyampaikan pesan reflektif atas seluruh proses yang telah dilalui peserta.
Ia berharap Kemahiran ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri, lebih kreatif, dan tentu semakin religius. Nilai-nilai Hizbul Wathan harus terus hidup dalam keseharian mereka, baik di sekolah maupun di masyarakat,” pesannya.
Bagi DKP-HW Smamio, Kemahiran di kaki Gunung Kukusan ini menjadi perjalanan penting dalam proses kaderisasi. Bukan hanya tentang kompetisi dan prestasi, tetapi tentang bagaimana alam, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman membentuk karakter calon pemimpin masa depan.
Dari MDTC Panceng, para kader kembali dengan pengalaman berharga—siap melangkah sebagai penghela yang tangguh, berakhlak, dan berdaya cipta.






0 Tanggapan
Empty Comments