Mayoritas santri di Ponpes Salafiyah Nurul Ulum sudah tidak dibiayai atau keluarganya lepas tangan secara finansial. Dengan kondisi tersebut, segala biaya ditanggung oleh pemilik pondok, Gus Jauhari dan istrinya.
Biaya perlengkapan seperti makan, pakaian, dan pendidikan saat ini diperoleh dari penghasilan Gus Jauhari. Kebutuhan para santri ditopang dari hasil beternak tujuh ekor kambing dan beberapa usaha lain.
Namun, membiayai 50 orang dan keluarganya tentau mustahil mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kondisi yang memprihatinkan ini tidak membuat Gus Jauhari dan istrinya menyerah. Beliau percaya, untuk anak yatim Allah pasti menjamin rezekinya dari jalan yang tidak terduga.
Pemilihan Lokasi Baksos
Ketua Ikwam SD Almadany, Janita Firda Naini, mengungkapkan alasan dipilihnya yayasan ini sebagai lokasi baksos.
“Selain untuk membantu kebutuhan pangan dan sarana peralatan sekolah para santri, bakti sosial ini juga wujud kepedulian wali murid SD Almadany kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, sekaligus memotivasi anak-anak panti asuhan Salafiyah Nurul Ulum untuk semangat belajar menggapai cita-cita,” terangnya.
Perwakilan pengurus yayasan Panti Asuhan Salafiyah Nurul Ulum pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah memberikan motivasi untuk anak asuhnya.
“Kami juga akan terus memberikan motivasi agar tidak patah semangat untuk terus melanjutkan pendidikan agar mimpinya terwujud. Semoga Ikwam SD Almadany dan Paguyuban Kelas VI semakin sukses dan jaya,” ungkap wakil pengurus Panti Asuhan Salafiyah Nurul Ulum.






0 Tanggapan
Empty Comments