Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Iman dan Aksi Nyata: AMM Nganjuk Gagas Gerakan Saleh Ekologis di Tengah Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Iman dan Aksi Nyata: AMM Nganjuk Gagas Gerakan Saleh Ekologis di Tengah Ramadan
Pembukaan Kajian Ramadan AMM Nganjuk. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana Ramadan di Aula Jendral Sudirman, SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk, terasa berbeda pada Sabtu siang (21/2/2026).

Bukan sekadar kajian rutin, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Nganjuk menghadirkan diskusi kritis bertajuk “Gerakan Shalih Ekologis: Perwujudan Iman Menjadi Aksi Merawat Bumi”.

Kegiatan ini dihadiri puluhan kader muda yang antusias mendalami keterkaitan antara nilai-nilai Islam dan tanggung jawab terhadap krisis iklim.

Hadir sebagai pemateri utama, Niki Alma Febriana Fauzi, M.USG, dari Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dengan pendekatan yang mendalam, ia memaparkan urgensi gerakan ekologis dari perspektif global dan al-Quran.

Mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, Niki Alma mengingatkan bahwa dunia tidak lagi sekadar mengalami pemanasan global (global warming), tetapi telah memasuki era pendidihan global (global boiling).

“Ini adalah tingkat darurat yang membutuhkan respons cepat dari semua elemen, termasuk umat beragama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak peserta merenungkan firman Allah dalam QS. ar-Rum ayat 41:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Iklan Landscape UM SURABAYA

Niki Alma menjelaskan makna “fasad” (kerusakan) berdasarkan tafsir Ar-Raghib Al-Asfahani, yaitu keluarnya sesuatu dari keseimbangan.

“Allah menciptakan bumi ini dengan penuh keseimbangan (mizan). ‘Tangan manusia’ dalam ayat ini adalah simbol kekuasaan dan tindakan. Merekalah yang menyebabkan ketidakseimbangan bumi. Padahal, manusia sendiri adalah khalifah, representasi wakil Tuhan di muka bumi,” paparnya.

Tiga Tugas Manusia: Ibadah, Khalifah, dan Makmur

Mengutip pemikiran Yusuf Al-Qardhawi dalam kitab Ri’ayat Al-Bi’ah fi Al-Syari’ah Al-Islamiyah, pemateri memaparkan tiga tugas utama manusia di bumi yang saling terkait:

  1. Ibadah: Ibadah tidak terbatas pada ritual shalat dan puasa. “Buanglah sampah pada tempatnya, jika diniatkan karena Allah, itu adalah ibadah. Menanam pohon, membersihkan sungai, semua bisa menjadi lantunan pujian kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
  2. Khalifah: Sebagai wakil Tuhan, manusia bertanggung jawab penuh menjaga keseimbangan bumi. Segala bentuk eksploitasi yang merusak adalah pengingkaran terhadap amanah kekhalifahan.
  3. Istishlah (Memakmurkan Bumi): Selain ibadah dan kekhalifahan, manusia bertugas memakmurkan bumi dan memanfaatkan sumber dayanya. “Namun, pemanfaatan ini harus diiringi dengan dua tugas sebelumnya. Jangan sampai niat memakmurkan justru berubah menjadi eksploitasi berlebihan yang merusak,” imbuhnya.

Keresahan Generasi Muda dan Pesan Perubahan

Kegiatan ini digagas sebagai respons atas keresahan generasi muda terhadap berbagai problem ekologis. Mulai dari krisis sampah plastik, dampak ekologis pertambangan, hingga fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) di kalangan anak muda saat mendaki gunung yang kerap tidak dibarengi kesadaran menjaga kebersihan alam.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu