Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Achilles Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menggelar Pelantikan & Talk Show bertajuk “Aktualisasi Gerakan Inklusif dan Inovatif dalam Upaya Harmonisasi Ikatan”, bertempat di At-Tauhid Tower lantai 13, Senin (8/9/2025)
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi IMM Achilles untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus menegaskan komitmen gerakan yang progresif.
Dalam acara itu, Ketua Umum PK IMM Achilles periode 2024–2025, Febriananda Nur Qolbi, menyampaikan sambutan reflektif tentang pengalaman kepemimpinannya selama setahun terakhir.
“Saya minta seluruh kader untuk menjaga kekompakan serta terus menumbuhkan semangat perjuangan,” katanya.
Estafet kepemimpinan kemudian beralih kepada Ketua Umum terpilih periode 2025–2026, Luvia Alfani Maisya.
Dalam sambutannya, Luvia berkomitmen membawa IMM Achilles menjadi komisariat yang lebih inklusif dan inovatif, sejalan dengan tema pelantikan.
Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan. Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya, Erfanda Andi Mada A., memberi motivasi agar IMM Achilles terus tumbuh menjadi komisariat yang maju dan berdaya saing.
Ketua Fokal IMM Achilles, Lihabi, S.Tr, Kes, menegaskan pentingnya semangat inklusif dan inovatif dalam setiap gerakan kader.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya, Dr. Dede Nasrullah, S.Kep, Ns, M.Ke, menyampaikan dukungan penuh dari fakultas terhadap aktivitas kader IMM.
Acara juga dihadiri Koorkom IMM UM Surabaya, Refi Yulia, para kaprodi Fakultas Ilmu Kesehatan, serta dosen-dosen FIK UM Surabaya.
Sebagai puncak acara, digelar talk show bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Suli Da’im, MM., dengan moderator Chusnaini Laila Nadhifah, kader IMM Achilles.
Dalam pemaparannya, Suli Da’im menyoroti empat poin utama. “Yang pertama transformasi, yakni proses menuju arah yang lebih baik tanpa meninggalkan nilai dasar Ikatan. IMM, harus adaptif terhadap perkembangan zaman, menghadirkan inovasi, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Kedua, sebut Suli, gerakan inklusif. Sejak awal, IMM dikenal sebagai organisasi yang ramah bagi semua golongan.

“Inklusivitas, tidak boleh berhenti pada jargon, tetapi diwujudkan dalam budaya menghargai perbedaan, keterbukaan, dan program yang memberi ruang partisipasi luas bagi kader,” tegasnya.
Ketiga, identitas ideologis. IMM harus tetap berpijak pada nilai Islam dan kebangsaan sebagai identitas ideologisnya. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi nilai tersebut tanpa kehilangan jati diri, sembari tetap terbuka pada perkembangan zaman.
Keempat, cita-cita masa depan IMM. Suli menggambarkan IMM masa depan sebagai organisasi kader yang inklusif, inovatif, dan solutif, serta mampu melahirkan generasi berintegritas tinggi.
“IMM harus menjadi rumah yang kokoh dan ramah bagi kader, sekaligus motor penggerak perubahan sosial yang membawa kemajuan umat dan bangsa,” katanya.
Suli juga memberikan pesan motivasi agar kader IMM Achilles tidak berhenti berproses.
“Tetaplah bersemangat, teruslah berinovasi, dan tebarkan kebermanfaatan di manapun kalian berada. Proses di IMM adalah bekal untuk menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan progresif,” pungkasnya.
Dengan pelantikan pengurus baru, IMM Achilles menegaskan komitmennya sebagai wadah kaderisasi yang inklusif, inovatif, dan harmonis. Komisariat ini siap memainkan peran penting dalam mewujudkan mahasiswa Muhammadiyah yang progresif dan berkemajuan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments