Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

IMM Surabaya Buka RTL Pelatihan Instruktur Dasar Lokal dengan Kajian Berkonsep Safari Kampus

Iklan Landscape Smamda
IMM Surabaya Buka RTL Pelatihan Instruktur Dasar Lokal dengan Kajian Berkonsep Safari Kampus
Foto bersama setelah kegiatan. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Pelaksanaan kajian dengan konsep safari kampus menjadi pembuka Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pelatihan Instruktur Dasar Lokal (PIDLOK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya 2025, pada Selasa (14/10/2025).

Kegiatan yang dimulai di Kampus B Universitas Airlangga (Unair) tersebut mengusung tema “Vol. 1: Refleksi Ayat Perkaderan di Era Kontemporer” dengan membahas tiga ayat perkaderan, yakni Q.S. Al-‘Alaq ayat 1-5, Q.S. Al-Baqarah ayat 30, dan Q.S. Ali Imran ayat 104.

Dalam kajian safari kampus tersebut, dijelaskan bagaimana Q.S. Al-‘Alaq ayat 1-5 dimaknai sebagai landasan eksistensi dan peran manusia.

Ayat ini mengandung perintah pertama yang diturunkan dalam Al-Qur’an, yaitu “Iqra” (bacalah). Makna dari kata iqra sangatlah mendalam, Allah menegaskan pentingnya manusia untuk memahami realitas kehidupan melalui kegiatan membaca yang mendorong manusia untuk terus belajar, baik dari ilmu formal maupun nonformal.

Kajian kemudian dikaitkan dengan Q.S. Al-Baqarah ayat 30 yang menggambarkan dialog antara Allah dan para malaikat tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi.

Ayat tersebut menegaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk memimpin, memakmurkan, dan menjaga bumi, yang dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.

Pemaknaan tersebut sejalan dengan pesan dalam Q.S. Al-‘Alaq, bahwa untuk menjadi khalifah sejati, manusia harus berilmu, dan ilmu itu diperoleh melalui membaca.

Selanjutnya, Q.S. Ali Imran ayat 104 menjelaskan tanggung jawab lanjutan manusia, yaitu mengajak kepada kebaikan, menyuruh berbuat makruf, dan mencegah kemungkaran. Setelah manusia membaca dan memperoleh ilmu, serta memahami perannya sebagai khalifah, ia dituntut untuk mengimplementasikan ilmu dan kepemimpinannya dalam kehidupan sosial.

Dengan demikian, ketiga ayat tersebut membentuk rangkaian yang runtut dan utuh, di mana membaca menjadi pintu awal untuk memperoleh ilmu, ilmu menjadi dasar kepemimpinan, dan kepemimpinan mencapai puncaknya ketika diwujudkan dalam dakwah serta tindakan nyata menegakkan kebaikan di tengah masyarakat.

Refleksi terhadap tiga ayat perkaderan ini tidak hanya berhenti pada pemahaman tekstual, tetapi juga menjadi landasan filosofis bagi arah gerak manusia, khususnya bagi instruktur dalam perkaderan IMM di era kontemporer agar senantiasa berperan aktif dalam membangun peradaban yang berkeadaban.

Salah satu peserta kajian safari kampus, Zaky, menilai bahwa perkaderan IMM di era kontemporer harus bertransformasi dari regenerasi struktural menuju regenerasi nilai profetik.

“Perkaderan IMM di era kontemporer tidak boleh berhenti pada regenerasi struktural saja, tetapi harus menjadi regenerasi nilai profetik. Hal ini sejalan dengan spirit dari refleksi ayat-ayat perkaderan. Dengan berlandaskan ayat-ayat tersebut, IMM harus mampu melahirkan kader yang adaptif menghadapi gejolak, kritis di tengah ketidakpastian, solutif dalam merespons kompleksitas, serta teguh memegang nilai di tengah ambiguitas” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya melahirkan kader yang adaptif, kritis, dan moderat agar mampu menjadi penyembuh sosial sekaligus relevan dengan tuntutan zaman.

“Kader IMM hari ini dituntut untuk moderat, visioner, relevan dengan zaman, serta mampu menjadi penyembuh sosial di lingkungan kampus sekaligus siap berperan di panggung yang lebih luas,” terangnya.

Kegiatan kajian safari kampus ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan, melainkan akan berlanjut ke Volume 2 dan seterusnya di berbagai kampus di Kota Surabaya.

Ketua RTL, Gastiadirrijal, menyampaikan bahwa kegiatan perdana ini mendapat sambutan luar biasa dari para peserta.

“Acara RTL Vol. 1 mendapat antusiasme tinggi dari teman-teman. Setidaknya IMM telah meninggalkan sepersekian kesan, walau hanya setitik di lahan luas Unair tersebut. RTL Vol. 1 menjadi ujung tombak euforia pertama yang nantinya akan berpengaruh dalam setiap perjalanan selanjutnya,” ungkapnya.

Sekali lagi, lanjutnya, saya berterima kasih kepada teman-teman panitia Unair yang telah mengusahakan langkah awal ini sehingga mampu menjadi motivasi bagi perjalanan ke depan.

Sementara itu, Master of Training (MOT) PIDLOK 2025, Mahbub, menyampaikan bahwa kajian safari kampus mencerminkan perkaderan IMM yang tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang penguatan nilai dan gagasan untuk melahirkan kader profetik yang adaptif terhadap tantangan zaman.

“Kajian safari kampus ini menunjukkan bahwa perkaderan IMM tidak sekadar menjadi forum formalitas yang kaku, melainkan ruang perjumpaan gagasan dan penguatan nilai. Refleksi atas ayat-ayat perkaderan yang dikaitkan dengan tantangan zaman menegaskan bahwa IMM harus mampu melahirkan kader yang berakar pada nilai-nilai profetik sekaligus adaptif dalam menjawab kebutuhan era kontemporer,” jelasnya.

Di sela-sela pembicaraannya, ia juga menyampaikan harapan agar dalam setiap dinamika perjalanan, para instruktur IMM Surabaya senantiasa memperoleh rida dan rahmat Allah SWT. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu