Momen Refleksi dan Peneguhan Semangat Dakwah
Memasuki prosesi penutupan, suasana penuh khidmat menyelimuti aula kegiatan. Para peserta bersama-sama mendengarkan refleksi dan pesan dari para pimpinan yang menjadi penutup sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga semangat perjuangan dan nilai-nilai ideologis IMM dalam setiap langkah ke depan.
Momen ini menjadi ruang kontemplatif bagi seluruh kader untuk meneguhkan kembali niat, keikhlasan, serta tanggung jawab dalam mengemban amanah dakwah di jalan Allah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IMM Unesa periode 2024–2025, Immawati Ofi, menyampaikan pesan mendalam tentang makna berjuang di jalan Allah sebagai ruh dari setiap langkah kader IMM.
“Berjuang di jalan Allah bukan hanya tentang hasil, tetapi tentang kesungguhan niat dan keikhlasan dalam mengabdi. Karena sejatinya, jalan dakwah dan perjuangan ini akan selalu menemui ujian, namun itulah yang meneguhkan langkah kita sebagai kader IMM,” ujarnya dengan penuh haru.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih periode 2025–2026, Immawan M. Rifqi Ferdiansyah, menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan dengan semangat perbaikan dan penguatan internal.
“Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing sesuai kemampuan yang diberikan Allah. Begitu pula IMM Unesa, kita masih kecil, masih berkembang, dan banyak hal yang harus kita benahi agar IMM Unesa bisa eksis dan berperan nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ungkapnya dengan semangat.
Ucapan selamat dan apresiasi juga datang dari Ketua HPKP PC IMM Surabaya, Immawan Alwi. Ia memberikan dukungan dan harapan bagi keberlanjutan perjuangan IMM Unesa.
“Selamat dan sukses untuk seluruh kader IMM Unesa. Semoga kepemimpinan baru ini membawa semangat pembaruan, memperkuat nilai-nilai ideologi, serta terus berjuang menebar manfaat dan kebaikan di jalan Allah,” tuturnya menutup sesi sambutan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas kader.
Dengan berakhirnya Musykom dan Musykoorkom XXVII IMM Unesa, diharapkan lahir generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman, meneguhkan nilai keislaman. Kemudian, juga menjadi generasi yang siap mengabdi untuk umat dan bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments