
PWMU.CO – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Utsman bin Affan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) sukses menggelar Diskusi Politik secara online, Sabtu (12/7/2025).
Mengusung tema “Menjadi Mahasiswa di Tengah Polarisasi Kampus: Netral, Kritis, atau Apatis?”, kegiatan ini menghadirkan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair), Anggun Zifa Anindia, yang juga merupakan kader IMM.
Diskusi yang digelar melalui Zoom Meeting ini diinisiasi oleh Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik (HPKP) IMM Utsman bin Affan. Tujuannya, agar bisa menjangkau lebih luas—tidak hanya kader IMM, tetapi juga mahasiswa umum dari berbagai kampus.
Hasilnya, puluhan peserta dari berbagai daerah dan komisariat turut hadir. Salah satunya berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Ketua pelaksana kegiatan, Evaldo Arya, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah menyukseskan acara ini. Ia menegaskan bahwa tema diskusi ini diangkat sebagai respons atas fenomena polarisasi sikap mahasiswa yang semakin kompleks.
“Tujuan kegiatan ini antara lain untuk menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap fenomena polarisasi di kampus,” ujarnya.
IMM Utsman bin Affan hadir dan berkomitmen mendorong mahasiswa—baik dari internal IMM maupun luar IMM—untuk tetap kritis dan berani menyuarakan kebenaran di tengah perubahan dinamika sosial dan politik kampus.
Tanamkan Nilai-nilai Intelektualitas
Sesi diskusi berlangsung penuh antusiasme. Anggun Zifa membagikan kisah perjalanannya dalam dunia aktivisme mahasiswa. Ia juga memotivasi peserta untuk terus menanamkan nilai-nilai intelektualitas, spiritualitas, dan humanitas, terutama bagi kader IMM.
Selain itu, Anggun Zifa juga menjelaskan perspektifnya terkait seorang pemimpin.
“Kepemimpinan itu bukan soal jabatan atau pangkat, tapi tentang dampak, pengaruh, dan inspirasi,” tuturnya.
Beberapa peserta juga melayangkan pertanyaan kepada Anggun Zifa seperti mengenai mahasiswa yang kini anti organisasi eksternal, sikap kritis yang kerap dianggap provokator, serta momen-momen seperti apa yang seharusnya mahasiswa ambil sikap.
Dengan terselenggaranya Diskusi Politik ini, IMM Utsman bin Affan berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berpikir kritis dan bertindak solutif. Karena di tengah derasnya arus polarisasi, suara mahasiswa tetap dibutuhkan untuk menjaga nurani publik dan arah peradaban. (*)
Penulis Evaldo Aryasatya Faadihilah Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments