Sejak diluncurkan pada Januari 2025 sebagai bagian dari program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat—meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat—serta sejalan dengan visi pemerintah menciptakan generasi unggul Indonesia 2045, Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran di sekolah, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Dengan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang dicanangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, peserta didik kini tidak hanya belajar teori dan praktik olahraga, tetapi juga menjalani kegiatan kontekstual melalui SAIH. Kegiatan ini berlandaskan mindfulness learning, joyful learning, dan meaningful learning.
Seperti terlihat di SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik, setiap pagi pukul 07.15 WIB, Senin hingga Jumat, ratusan siswa dari kelas VII, VIII, dan IX memulai pelajaran PJOK dengan melaksanakan SAIH di halaman sekolah.
Guru PJOK Spemutu Gresik, Bening Satria Prawita Diharja MPd, menjelaskan SAIH dirancang untuk membentuk karakter siswa secara holistik. Gerakannya mencakup pemanasan, inti, dan pendinginan, yang mempersiapkan otot tubuh beraktivitas sekaligus mengaktifkan energi positif siswa.
“Biasanya pagi hari ada siswa yang malas bergerak atau kurang bersemangat. SAIH membantu memberikan energi positif, membuat mereka sehat secara fisik sekaligus memiliki mental kuat dan karakter unggul,” ujarnya.
Menurutnya, SAIH juga efektif untuk deep learning. Gerakan senam melatih konsentrasi dan kesadaran diri, dengan pendekatan mindfulness yang mengajak siswa fokus pada setiap gerakan dan napas. Hal ini membantu mereka lebih tenang, mengurangi stres, dan meningkatkan fokus belajar.
Atmosfer joyful learning pun terasa. Musik ceria dan gerakan mudah diikuti membuat siswa antusias. Pesan-pesan karakter yang disisipkan dalam gerakan memberi makna mendalam, menjadi wujud meaningful learning yang terbawa hingga ke kelas dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya teori, tetapi juga praktik nyata yang membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkarakter unggul. SAIH juga menjadi bentuk edukasi kesehatan untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini serta meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, lakukan SAIH setiap hari dan rasakan manfaatnya bagi kebugaran jasmani dan rohani peserta didik. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments