Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Indonesia Tegaskan Peran Global dalam Pendidikan, Perdamaian, dan Kemanusiaan di Sidang Umum UNESCO

Iklan Landscape Smamda
Indonesia Tegaskan Peran Global dalam Pendidikan, Perdamaian, dan Kemanusiaan di Sidang Umum UNESCO
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat menyampaikan Pidato di Sidang Umum UNESCO ke-43. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4/11/2025). Dalam forum internasional tersebut, Indonesia menegaskan peran globalnya dalam pendidikan, perdamaian, serta kemanusiaan.

Dalam forum internasional ini, Mendikdasmen membuka pidato dalam bahasa Inggris dan melanjutkannya dalam bahasa Indonesia. Ini merupakan momen bersejarah setelah bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Nusantara, Mendikdasmen juga membuka dan menutup pidatonya dengan pantun, tradisi lisan Indonesia dan Malaysia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak tahun 2020.

Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa sidang umum tersebut berlangsung di tengah krisis iklim, konflik berkepanjangan, kesenjangan pendidikan, sains, dan digital yang semakin melebar.

Dalam konteks ini, ia menegaskan kembali peran UNESCO sebagai penuntun moral, sumber pengetahuan global, dan kompas etika peradaban dunia.

“Indonesia memberikan contoh yang baik di kawasan Asia Tenggara dengan menyelenggarakan pertemuan tentang Pendidikan untuk Perdamaian di Jakarta, bekerja sama dengan ASEAN, Kantor Perwakilan dan Regional UNESCO di Jakarta, serta UNESCO APCEIU Korea,” ujarnya.

Indonesia, lanjutnya, juga menyuarakan perlindungan tanpa syarat atas hak-hak manusia di wilayah konflik, khususnya di Gaza, tempat pelajar, guru, jurnalis, fasilitas pendidikan, dan warisan budaya menghadapi ancaman kehancuran total. Indonesia menyerukan pemulihan penuh fasilitas pendidikan dan kebudayaan sebagai pertaruhan martabat kemanusiaan.

Komitmen Indonesia terhadap Pendidikan Berkualitas

Dalam pidatonya, Menteri Mu’ti menekankan bahwa solusi atas tantangan global tidak bergantung pada kekuasaan atau ekonomi, tetapi pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi.

Dalam forum ini, ia juga menyampaikan beberapa capaian dan kebijakan strategis. Di antaranya: Angka partisipasi sekolah untuk usia 7-12 tahun telah mencapai 99,19 persen, dan untuk usia 13-15 tahun mencapai 96,17 persen. Selain itu, juga diluncurkan kebijakan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Adapun fokus kebijakan pendidikan nasional meliputi: pembelajaran mendalam dan menyenangkan, integrasi kecerdasan buatan, coding, pendidikan karakter, kesejahteraan guru, pemenuhan gizi anak sekolah, sekolah rakyat bagi masyarakat miskin, serta digitalisasi pembelajaran dan rumah pendidikan untuk daerah terpencil

Selain itu, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa Indonesia juga aktif dalam program Man and the Biosphere (MAB). Pada tahun 2024, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara the 15th Meeting of the Southeast Asian Biosphere Reserves Network (SeaBRnet) di Wakatobi, Global Geopark, dan World Heritage Sites.

“Indonesia juga menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 pada tahun 2024 yang menegaskan komitmen terhadap pentingnya tata kelola air dunia. Selain itu, Indonesia turut mendorong penerapan Open Science dan etika kecerdasan artifisial di UNESCO,” terangnya.

Peran Indonesia dalam Dewan Eksekutif UNESCO

Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif UNESCO untuk periode 2023-2027 dengan perolehan 154 dari 181 suara (85 persen). Keanggotaan ini merupakan yang kesembilan sejak tahun 1954 dan semakin memperkuat kontribusi Indonesia dalam:

1. Merumuskan kebijakan global.

2. Mendorong pendidikan inklusif.

3. Melestarikan warisan budaya dunia.

4. Mendukung riset dan inovasi.

5. Memperjuangkan kepentingan negara berkembang.

Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum tertinggi UNESCO ini merupakan implementasi resmi keputusan Sidang Umum UNESCO ke-42 pada 20 November 2023 di Paris yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja Sidang Umum UNESCO.

Bahasa Indonesia kini digunakan dalam dokumen resmi UNESCO, pidato Sidang Umum, serta diterjemahkan dalam catatan sidang, konstitusi, dan arsip resmi UNESCO.

Selain itu, bahasa Indonesia juga diabadikan pada dinding batu Tolerance Square di Markas Besar UNESCO, Paris, bersama sembilan bahasa dunia lainnya.

Penetapan ini semakin menumbuhkan kebanggaan nasional sekaligus meningkatkan minat penutur asing di lebih dari 54 negara untuk mempelajari bahasa Indonesia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu