Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang melaksanakan kegiatan Penataan Manajemen Keuangan Masjid dan Musala melalui metode Digitalisasi Keuangan Masjid dan Musala Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Mas Mansyur PCM Sepanjang pada Ahad (28/9/2025).
Acara diikuti oleh Bendahara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Sepanjang beserta para takmir dari 28 masjid dan musala. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris PCM Sepanjang, Isa Haji Sulaiman, S.T. Program ini merupakan langkah konkret PCM Sepanjang untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan masjid dan musala.
Peserta diperkenalkan dengan Sistem Informasi Akuntansi Masjid atau Musala, sebuah platform digital yang dirancang untuk memudahkan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi keuangan berbasis prinsip syariah dan standar akuntansi.
Bendahara PCM Sepanjang, Fityan Izza Noor Abidin, S.E, Ak, M.SA, dalam pemaparannya menekankan pentingnya pengelolaan keuangan masjid berkemajuan. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan tertib dan akuntabel.
“Masjid bukan hanya pusat ibadah, tapi juga pusat kegiatan umat. Oleh karena itu, pengelolaan keuangannya harus profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fityan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Digitalisasi Keuangan Masjid Ranting Muhammadiyah se-Cabang Sepanjang. Penataan manajemen keuangan, menurutnya, sangat penting agar perencanaan, implementasi, dan evaluasi keuangan dapat berjalan lebih baik.
“Komponen utama dimulai dari perencanaan. Masjid dan musala harus memiliki RAPB serta data aset agar keamanan aset dapat tertata dengan baik. Transaksi keuangan berstandar akuntansi juga sudah harus dilakukan. Semua hal itu telah tercakup dalam sistem ini. Bahkan, infaq atau sumbangan jamaah melalui QRIS atau virtual account akan otomatis masuk ke sistem sehingga laporan keuangan menjadi transparan, akuntabel, dan sesuai dengan perkembangan zaman digital,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para bendahara PRM dan takmir masjid yang sebelumnya masih menggunakan pencatatan manual. Dengan adanya sistem baru ini, diharapkan laporan keuangan menjadi lebih tertata dan memudahkan pertanggungjawaban kepada jamaah.
PCM Sepanjang berharap kegiatan ini menjadi langkah awal penerapan sistem akuntansi digital di seluruh masjid dan musala Muhammadiyah di lingkungan PCM Sepanjang, sekaligus mendukung gerakan Muhammadiyah menuju organisasi modern dan berkemajuan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments