Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ini Lima Langkah Strategis Kemendikdasmen Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Iklan Landscape Smamda
Ini Lima Langkah Strategis Kemendikdasmen Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam Talkshow bersama Jawa Pos TV di Kantor PWM Jatim. Foto: Wildan/PWMU.CO
pwmu.co -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, hadir sebagai narasumber dalam talkshow yang digelar Jawa Pos TV di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sabtu (18/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan langkah-langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

“Kami memiliki program utama, yaitu pendidikan bermutu untuk semua. Upaya ini kami jalankan melalui sedikitnya lima langkah strategis,” ujarnya mengawali penjelasan.

Langkah pertama, kata Abdul Mu’ti, adalah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia. Kedua, melakukan digitalisasi sekolah. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan serta kualifikasi guru melalui berbagai pelatihan, mulai dari pembelajaran mendalam (deep learning), bimbingan konseling, hingga coding dan artificial intelligence.

“Langkah keempat adalah penguatan pendidikan karakter di sekolah melalui berbagai program yang membentuk kepribadian siswa, salah satunya menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib,” terangnya.

Sementara langkah kelima adalah program wajib belajar 13 tahun. “Kami menargetkan satu desa satu taman kanak-kanak (TK), agar seluruh anak di Indonesia dapat menikmati pendidikan dasar secara menyeluruh,” tambahnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Kemendikdasmen telah melakukan berbagai langkah konkret. “Pertama, pelaksanaan pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) yang kini sudah berjalan. Kedua, penyediaan Interactive Smart Panel (IFP) yang dapat digunakan di sekolah. Target kami, pada November nanti IFP sudah tersebar di 120.000 sekolah,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru, Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mencanangkan program sertifikasi guru. “Bagi guru non-ASN akan diberikan tunjangan sebesar Rp2 juta, sedangkan guru ASN mendapat tunjangan sebesar gaji pokok,” paparnya.

Ia menambahkan, tahun ini lebih dari 300.000 guru telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Kami juga menyediakan beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi S1 atau D4 dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi. Melalui program ini, mahasiswa penerima beasiswa akan memperoleh Rp3 juta per semester,” ungkapnya.

Abdul Mu’ti berharap, kelima program strategis tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan merata di seluruh Indonesia. “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari segi sarana dan prasarana, kualifikasi serta kesejahteraan pengajar, maupun sistem pembelajaran yang diterapkan,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu