Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inilah Alasan Wali Santri Pondokkan Anaknya di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung

Iklan Landscape Smamda
Inilah Alasan Wali Santri Pondokkan Anaknya di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung
pwmu.co -
Seorang wali santri asal Bojonegoro, Suprapto MPd kembali menyekolahkan anaknya di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung. Setelah anak pertamanya lulus, kini ia kembali memondokkan anak keduanya (Suprapto/PWMU.CO)

PWMU.CO – Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian saat memasuki lingkungan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung adalah tulisan besar berbunyi “To Al-Ishlah, What Are You Looking For?” atau dalam bahasa Indonesia “Ke Al-Ishlah, Apa yang Kau Cari?”. Kalimat reflektif ini terpampang mencolok di Gedung Salman Al-Farisi, asrama putra Ponpes Al-Ishlah, Sendangagung, Paciran, Lamongan, menjadi pengingat tujuan para santri menuntut ilmu sekaligus alasan kuat para wali santri mempercayakan pendidikan anaknya di tempat ini.

Pesantren yang didirikan pada tahun 1986 oleh Ustadz Drs KH Muhammad Dawam Saleh ini dipercaya mampu membentuk karakter dan kemandirian santri.

Wali santri yang juga Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UM Surabaya sekaligus Koordinator Ismuba Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur, Dr M. Fazlurrahman Hadi Lc MPdI, menaruh harapan besar agar anaknya kelak memperoleh pendidikan agama dan akhlak yang kuat di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung.

“Di tengah arus perubahan dunia yang begitu cepat, terutama dalam hal akhlak, saya sebagai orang tua yang berlatar belakang agama Islam meyakini bahwa anak harus diajarkan agama sejak dini. Bukan hanya itu, mereka juga perlu dibekali dengan ilmu hidup agar dapat mengimplementasikan akhlak yang baik, mandiri, dan mampu bersosialisasi dengan baik,” tuturnya saat ditemui pada Sabtu (5/7/2025).

Saat ditanya alasannya memilih Al-Ishlah, ia mengungkapkan bahwa anaknya sendiri yang memilih Al-Ishlah karena merasa mantap dengan lingkungan pondok yang asri dan modern setelah survei ke beberapa pesantren di Jawa Timur.

“Ananda sendiri yang memilih. Setelah kami survei ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur, ananda langsung mantap memilih Al-Ishlah. Lingkungan pondok yang asri dan nuansa modern menjadi alasan kuat bagi ananda,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengaku terkesan dengan Al-Ishlah.

“Pesantren yang masuk kategori modern ini masih mempertahankan kesederhanaan dan menjunjung tinggi keikhlasan. Semoga nilai-nilai ini dapat diteladani oleh para santri,” sambungnya.

Dr M Fazlurrahman Lc MPdI (kiri) bersama Ustadz Agus Susilo Lc (berdasi) saat hadir dan menitipkan anaknya di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung (Gondo Waloyo/PWMU.CO)

Sementara itu, Wali santri lainnya yang juga Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Suprapto MPd, menyatakan bahwa keikhlasan para ustadz dan ustadzah merupakan kunci kesuksesan santri Al-Ishlah.

Keyakinan itu ia sampaikan berdasarkan pengalaman nyata dari putri pertamanya, Sulistia Nia Qurrata Ainin, yang menempuh pendidikan selama enam tahun di Al-Ishlah dan kini melanjutkan kuliah di Surakarta.

“Sebagai orang tua, kami menyadari bahwa mendidik anak bukan sekadar memberikan fasilitas belajar, tetapi juga memastikan mereka berada di lingkungan yang menanamkan nilai-nilai, akhlak, dan keteladanan. Karena itulah kami memilih Ponpes Al-Ishlah, bukan hanya untuk satu anak, tetapi untuk keduanya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa putri pertamanya, Sulistia Nia Qurrata Ainin, yang merupakan alumnus Al-Ishlah, mengalami banyak perubahan positif setelah lulus.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kini, anak keduanya, Muhammad Jibrani Al Ghozy, mengikuti jejak sang kakak dengan harapan menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat.

“Anak pertama kami, Sulistia Nia Qurrata Ainin, adalah alumnus Al-Ishlah. Alhamdulillah, sejak lulus dari pesantren ini, ia menunjukkan banyak perubahan positif, lebih mandiri, matang secara spiritual, memiliki kecintaan terhadap ilmu agama, dan aktif dalam organisasi. Kini, anak kedua kami, Muhammad Jibrani Al Ghozy, tengah mengikuti jejak kakaknya, menempuh pendidikan di tempat yang sama dengan harapan ia pun tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa selama mengikuti perkembangan anak-anaknya di Al-Ishlah, yang paling ia rasakan adalah ketulusan dan keikhlasan para ustadz dan ustadzah dalam membimbing para santri.

“Selama mengikuti perkembangan anak-anak di Al-Ishlah, satu hal yang paling kami rasakan adalah ketulusan dan keikhlasan para ustadz dan ustadzah dalam membimbing para santri,” imbuhnya.

Ia meyakini bahwa keikhlasan para pengajar terlihat dari kesabaran, doa-doa yang tersembunyi, dan bimbingan yang konsisten, yang menurutnya menjadi kunci keberkahan ilmu dan kesuksesan anak-anak.

“Keikhlasan itu tidak tampak dalam bentuk pujian atau tepuk tangan, tetapi terlihat dalam kesabaran menghadapi dinamika santri, dalam doa-doa yang diam-diam dipanjatkan, dan dalam bimbingan yang konsisten siang dan malam, bahkan saat tak ada yang melihat. Kami percaya, kesuksesan anak-anak tidak lepas dari keberkahan ilmu yang lahir dari keikhlasan para pengajar,” tegasnya.

Sebagai wali santri, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas Al-Ishlah atas dedikasi dalam mendidik anak-anak dengan penuh cinta, kesungguhan, serta membimbing mereka menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa Islami.

“Sebagai wali santri, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas Pondok Pesantren Al-Ishlah. Terima kasih telah menerima dan mendidik anak-anak kami dengan penuh cinta dan kesungguhan, serta menjadi perpanjangan tangan kami dalam membimbing mereka, bukan hanya menjadi insan berilmu, tetapi juga berakhlak dan berjiwa Islami,” pungkasnya. (*)

Penulis Gondo Waloyo Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu