Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inilah Kesan dan Pesan Peserta Akademi Dai Digital Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Inilah Kesan dan Pesan Peserta Akademi Dai Digital Muhammadiyah
Foto bersama pembukaan Akademi Da'i Digital Muhammadiyah LDK PP Muhammadiyah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Inilah Kesan dan Pesan Peserta Akademi Da’i Digital Muhammadiyah

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menutup Akademi Da’i Digital Muhammadiyah Batch 2 di Gedung BPSDM Jawa Timur, Ahad (31/8/2025) siang.

Selama dua hari penuh, sebanyak 160 peserta dari berbagai wilayah mewakili PDM, PWM, hingga ortom mengikuti rangkaian pembelajaran yang dikemas interaktif. Mereka mendapatkan bekal keterampilan digital yang kini menjadi kebutuhan mendesak dalam dakwah.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menutup kegiatan ini dengan penuh optimisme. Menurutnya, Muhammadiyah harus terus beradaptasi agar dakwah tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Daging Banget,” Kesan Peserta

Salah satu peserta, Rizki Feby Wulandari dari PDNA Klaten, menyambut gembira hadirnya program ini.

“Acara ini sangat daging, karena inilah yang dibutuhkan setiap lembaga dakwah: mampu mengikuti arus perkembangan teknologi tanpa hanyut di dalamnya,” ungkapnya.

Meski begitu, Rizki memberi catatan agar penyelenggaraan berikutnya lebih spesifik.

“Kalau bisa ada kategori usia atau segmentasi peserta, supaya materi lebih tepat sasaran. Karena banyak juga peserta yang sudah lanjut usia,” tambahnya.

Dakwah Menembus Layar

Senada dengan Rizki, Ach. Fauzan dari PDPM Pamekasan menyebut Akademi ini sebagai langkah visioner Muhammadiyah.

“Dakwah sekarang bukan hanya di mimbar. Ia harus menembus layar gawai, masuk ke percakapan media sosial. Itu yang saya rasakan di Akademi Da’i Digital ini,” ujarnya antusias.

Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dari teknik menulis, fotografi, desain grafis, hingga strategi membuat konten yang menarik. Semua menjadi modal berharga untuk syiar Islam yang damai dan transformatif.

Namun Fauzan juga menitipkan harapan. “Informasi dan semangat dari acara ini harus menjalar ke struktur Muhammadiyah paling bawah, terutama bidang medkom. Dan tentu, semakin banyak anak muda yang punya minat digital harus dilibatkan. Mereka inilah calon pengelola media Muhammadiyah yang profesional,” katanya kepada PWMU.CO.

Ia juga menyoroti persepsi sebagian anak muda terhadap istilah “dai” yang dianggap kaku.

“Perlu ada kolaborasi LDK dengan ortom, supaya dakwah terasa lebih dekat dan relevan dengan generasi muda,” ujarnya menutup kesan.

Suasana pembukaan Akademi Da’i Digital Muhammadiyah LDK PP Muhammadiyah. (Alfain/PWMU.CO)

Ilmu dan Motivasi Baru

Dari Sidoarjo, Bayu Firdaus yang mewakili Dakwah Digital Majelis Tabligh PDM, menyebut Akademi ini sebagai anugerah.

“Alhamdulillah, banyak sekali ilmu dan wawasan baru yang saya dapat. Pemateri kompeten, suasana interaktif, dan kebersamaan peserta membuat acara ini berkesan sekaligus memotivasi saya untuk terus belajar,” tuturnya.

Bayu berharap kegiatan ini terus berlanjut dengan cakupan materi lebih luas.

“Dengan begitu, semakin banyak dai dan aktivis dakwah yang siap menghadapi tantangan era digital. Muhammadiyah akan semakin kuat menyebarkan dakwah yang mencerahkan,” katanya.

Dai Muda di Era Digital

Peserta lain, M Fachri Awaludin Yusuf dari IMM Gresik, menegaskan pentingnya literasi digital bagi dai muda.

“Ini pengalaman berharga. Program ini membuka wawasan tentang urgensi berdakwah lewat media digital sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia berharap Akademi ini bisa terus melahirkan generasi dai muda yang inovatif.

“Bukan hanya berceramah di mimbar, tapi juga aktif di media sosial. Inilah wajah dakwah masa depan,” tutupnya.

Dari beragam testimoni itu, satu hal menjadi jelas: Muhammadiyah tengah serius mempersiapkan dai-dai digital. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu