Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inilah Keseruan Manasik Haji SD Muwri

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Manasik haji SD Muhammadiyah 1 Wringinanom. (Istimewa/PWMU.CO)
Manasik haji SD Muhammadiyah 1 Wringinanom. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pemandangan serba putih tampak menghiasi halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri), Gresik. Ratusan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan Manasik Haji yang digelar sekolah menjelang datangnya bulan Dzulhijjah yang dikenal dengan bulan haji. Kegiatan ini berlangsung di halaman sekolah dan sebagian wilayah desa Wringinanom yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Kegiatan manasik yang dimulai sejak pagi hari ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Dengan mengenakan pakaian ihram sejak dari rumah masing-masing, para siswa tampak semangat dan penuh antusiasme menjalani setiap prosesi manasik yang telah disiapkan oleh panitia sekolah. Para guru dan wali kelas pun turut mendampingi dan membimbing siswa dalam melaksanakan tahapan-tahapan manasik tersebut.

Menurut Mufidatul Latifah, selaku Kaur Kesiswaan SD Muwri, kegiatan manasik ini sengaja digelar untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran langsung kepada siswa tentang tata cara ibadah haji.

“Kegiatan ini penting sebagai bagian dari pendidikan karakter dan spiritual. Kami ingin anak-anak memiliki gambaran nyata mengenai ibadah haji, bukan hanya dari buku atau cerita, tetapi mereka bisa merasakannya secara langsung meski dalam bentuk simulasi,” ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan ini, SD Muwri telah menyiapkan berbagai miniatur perangkat haji yang lengkap. Di antaranya adalah replika Ka’bah, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, tempat melempar jumrah (jumrah ula, wustha, dan aqabah), serta lintasan untuk Sa’i antara Shafa dan Marwah. Semua replika tersebut dirancang menyerupai bentuk aslinya agar anak-anak semakin mudah memahami dan mengingat setiap rukun dan tahapan haji.

Prosesi manasik dimulai dengan pengarahan oleh kepala sekolah di halaman sekolah dengan memakai kain ihram. Siswa diajak melaksanakan secara langsung rukun haji beserta doanya. Ibadah haji dimulai dengan mengambil miqat di Bir Ali (Dzulhulaifah) disertai niat haji.

Suara lantunan talbiyah menggema selama perjalanan,  wukuf di Arafah, mabit di muzdzalifah, melempar jumrah, thawaf  mengelilingi miniatur Ka’bah, minum air zam zam, sa’i antara miniatur Shafa dan Marwah yang dibuat dari  properti menarik, serta ditutup dengan kegiatan tahallul sebagai penutup rangkaian manasik.

“Anak-anak mengikuti semua proses dengan riang gembira. Meskipun cuaca cukup terik, semangat mereka tidak surut. Mereka begitu serius menjalani setiap tahapan, bahkan ada yang sampai bertanya lebih lanjut tentang makna dari masing-masing rukun haji,” tambah Mufidatul.

Metode Pembelajaran Tematik

Kegiatan ini juga menjadi salah satu metode pembelajaran tematik integratif di SD Muwri.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dengan melibatkan berbagai aspek seperti pendidikan agama Islam, sosial, bahasa, dan seni budaya, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik nyata yang bisa membekas dalam ingatan mereka.

Para orang tua juga memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Salah satu wali murid kelas 3, Ibu Lestari, menyampaikan rasa senangnya atas inisiatif sekolah.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak saya pulang dengan cerita yang menyenangkan dan penuh semangat. Ini pengalaman yang luar biasa baginya,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, SD Muwri berharap dapat menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, terutama tentang rukun Islam kelima, yaitu menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Meskipun belum bisa berangkat ke Tanah Suci, namun melalui manasik ini siswa mendapatkan pemahaman dan pengalaman yang bermakna.

Kegiatan manasik haji di SD Muwri tahun ini berswafoto di depan photo booth. Sekolah juga mengabadikan momen tersebut dalam dokumentasi foto dan video untuk dijadikan bahan refleksi pembelajaran dan laporan kepada orang tua.

Semangat siswa-siswi SD Muwri dalam mengikuti manasik haji menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis praktik dan pengalaman langsung mampu memberikan dampak yang positif bagi perkembangan karakter dan spiritual anak. (*)

Penulis Rahmat Syayid Syuhur Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu