
PWMU.CO – “Singkul!” seru KH Drs Shodikin MPd di hadapan ribuan jamaah. “Ungkul!” jawab hadirin serempak, Laren” jawab serentak “Keren”, kemudian “Lamongan” dijawab serentak “Bersinar”. Suasana pun langsung hangat dan meriah di Halaman Masjid Muhammadiyah Singkul, Kamis (12/6/2025) sore itu.
Sambutan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan ini membuka Pengajian Akbar Muhammadiyah yang digelar oleh PCM Laren dengan gaya khas penuh semangat.
Menghadirkan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah H M Sayuti MPd MEd PhD, acara ini bukan sekadar forum kajian, tapi juga ajang konsolidasi dan Silaturahmi keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah.
Tak hanya meneriakkan yel-yel. KH Shodikin menyampaikan gagasan penting tentang bagaimana Muhammadiyah bisa terus bertahan (survive) dan tetap eksis (sustainable). Menurutnya, jawabannya ada pada dua kata kunci: kolaborasi dan kaderisasi.
Sinergi Kekuatan Umat
“Tak ada daerah yang sempurna. Tapi jika yang sempurna dan yang belum sempurna saling memberi dan mengisi, maka akan muncul kekuatan yang dahsyat,” ujarnya penuh keyakinan.
KH Shodikin mengibaratkan perjuangan dakwah Rasulullah Saw yang berhasil karena dikelilingi oleh sosok-sosok kuat dari berbagai latar belakang. Ada Khadijah yang kuat dan kaya, Abu Bakar yang bijak, Umar bin Khattab yang berani, Usman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf yang dermawan, hingga Ali bin Abi Thalib dan generasi muda lainnya yang cerdas.
“Dakwah Rasulullah itu survive karena sinergi kekuatan. Muhammadiyah pun bisa begitu,” jelasnya.
Ia lalu menyinggung kekuatan ekonomi warga Muhammadiyah Lamongan yang tercermin dari jumlah hewan kurban.
Kaderisasi Tak Boleh Putus
Tak kalah penting, lanjutnya, Muhammadiyah harus menjamin keberlanjutan dengan kaderisasi yang berjenjang dan tidak terputus. Mulai dari pengajian anak-anak di TPQ, remaja di IPM dan IMM, hingga yang tua di majelis taklim.
“Kalau pengajian di cabang dan ranting tetap hidup, itu pertanda kaderisasi masih berjalan. Di PDM Lamongan, usia pengurus bervariasi dari yang hampir 90 sampai yang baru 20-an. Artinya, mata rantai kaderisasi masih nyambung,” katanya.
Shodikin menekankan pentingnya menciptakan ruang dakwah yang menggembirakan. “Dakwah harus membahagiakan, bukan menakutkan. Karena itu harus kita desain dakwah yang semarak dan menyenangkan,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, KH Shodikin menyampaikan selamat kepada PCM Laren yang terus konsisten menggelar pengajian berkualitas, dan apresiasi khusus kepada PRM Singkul yang meskipun secara jumlah tergolong kecil, namun mampu menghadirkan ribuan jamaah dengan semangat luar biasa.
“Selamat kepada PCM Laren dan lebih selamat lagi kepada PRM Singkul,” ucapnya. “Inilah bukti semangat warga Muhammadiyah yang tak hanya survive, tapi juga unggul!” (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan







0 Tanggapan
Empty Comments