Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inilah Para Master Chef Cilik SD Musix

Iklan Landscape Smamda
Inilah Para Master Chef Cilik SD Musix
Berbagai hasil olahan para master chef SD Musix Surabaya pada agenda perkemahan Pandu Ceria. . (Basirun/PWMU.CO)
pwmu.co -

Qobilah Pandu Hizbul Wathan SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) kelas empat hingga enam mengikuti Perkemahan Pandu Ceria telurkan Master Chef Cilik. Sabtu, (24/01/2026).

Keseruan kegiatan perkemahan pandu ceria yang dibuka di kampus dia SD Musix, membuat para peserta bersemangat. Terutama pada momen game.

“Kegiatan kali ini bukan hanya mempraktekkan teori kepanduan, tetapi kami selingkuh dengan beberapa game dan lomba,” ungkap Yogi.

Di antaranya, lanjutnya, game keterampilan dan melatih konsetrasi adalah Tebak Benda, Tebak Gambar, dan Tongkat Estafet.

“Lomba yang paling ditunggu-tunggu peserta adalah memasak,” tambahnya.

Lomba Memasak

Setelah menyelesaikan beberapa agenda kepanduan, setelah shalat Ashar para peserta sibuk menyiapkan piranti memasak. Berbagai peralatan dibawa dari rumah.

Karena para peserta datangnya sejak pagi, beberapa bahan yang mudah rusak dititipkan panitia untuk diawetkan ditempat pendingin. Menjelang lomba mereka mengambil bahan yang dititipkan.

Setelah semua kelompok dipastikan sudah menempati posisi masing, maka panitia mengumumkan bahwa lomba memasak akan segera dimulai.

“Mohon perhatian! Setelah kakak hitung tiga kali, kalian boleh memulai. Apakah sudah siap semua?” Seru Panitia melalui Mikropon.

“Siap….! Seru semua peserta yang sudah menempati posisi yang telah diatur panitia.

Tanpa basa-basi para peserta yang sudah siap dengan uborampe  lombanya. Seperti kompor, teflon, panci, wajan, serta peralatan lain dan bahan-bahan yang akan diolah.

“Kak, bantu dong. Ini bagaimana memasang gas di kompor portabel saya,” keluh salah seorang anggota kelompok 18 yang diketuai oleh Indana Halwah Raqiqah 6 International Class Program (ICP).

Mendengar keluhan anggotanya, Gimana salah seorang kakak pendidikan segera bergegas membatunya. Tidak berapa lama komporpun siap untuk memasak.

Di tengah-tengah kesibukan para peserta memulai aksinya, Ninik Nur Farida S.Pd. penanggungjawab kegiatan mengumumkan ada beberapa bahan yang tertinggal di tempat penitipan.

“Mohon perhatian. Di tempat penitipan bahan, masih ada beberapa bahan yang belum diambil,” seru pengampu mata pelajaran Bahasa Jawa ini.

Pengumuman itu tidak mendapat respon dari para meserta. Masing-masing kelompok sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.

“Pengumuman terakhir, jika tidak ada yang mengambil akan kami masak,” seru staf Kaur Kesiswaan ini.

Hampir separo waktu lomba sudah berjalan tidak satupun peserta yang datang mengambil.

Beberapa ustadzah berembug, memutuskan dari pada bahan ini rusak maka ada inisiatif dimasak.

“Sini, akan saya masak di ruang guru saja,” seru Khusnul Khotimah, S.Pd.

Keseruan Peserta

Beberapa saat kemudian, bahan-bahan tak bertuan itu ditangan guru kelas 6-A ini menjadi masakan yang lezat. Menurutnya, karya dadakan ini dinamai martabak udang.

“Bagaimana rasanya, Ning (panggilan akrab Khusnul Khotimah sehari-hari)?” tanya Hidayatun Ni’mah, S.Ag., M.Pd. “Monggo diincipi” Sabun Khusnul sambil menyerahkan sepiring karya diadakannya.

Panitia mengumumkan, durasi yang ditentukan panitia hampir berakhir. Tidak sedikit para peserta belum menyelesaikan karyanya.

“Tolong kakak pembina. Puding kami tumpah, kompor tidak bisa dimatikan,” teriak Indana hingga memancing perhatian semua peserta.

Bergegas kakak-kakak pembina segera datang, karena api kompor sudah mulai naik diatas loyang bersama dengan mendidihnya air puding yang di rebus

“Kalau mau mengecilkan nyala api atau mematikan api, putar pemantiknya kompornya ke kanan,” jelas Tiara.

Para anggota Indana pun menjadi tenang untuk melanjutkan pekerjaannya. Ketika panitia mengumumkan waktu sudah habis, seluruh peserta diminta segera mengumpulkan hasil karyanya untuk dimulai para juri. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu