Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inilah Pesan Sekum PW IPM Jatim di KONPIDA PD IPM Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Inilah Pesan Sekum PW IPM Jatim di KONPIDA PD IPM Surabaya
pwmu.co -
Sekum PW IPM saat memberikan pesan dalam Konpida PD IPM Kota Surabaya. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Suasana hangat menyelimuti aula SMA Muhammadiyah 3 Surabaya pada Sabtu (21/6/2025) dalam gelaran Konsolidasi Pimpinan Daerah (KONPIDA) IPM Kota Surabaya.

Di hadapan kader IPM dari 14 Pimpinan Cabang se-Kota Surabaya, sambutan dari Sekretaris Umum PW IPM Jawa Timur, Liset Ayuni, menjadi titik refleksi yang membekas di benak peserta.

Liset membuka dengan pernyataan yang menggugah, “Kenapa harus bertahan di IPM?” katanya lirih, “Karena IPM adalah transportasi menuju ke diri kali an,”pungkasnya.

Ia menjelaskan bahwa berproses di IPM bukan sekadar ikut rapat, mengelola kegiatan, atau menyusun proposal. Lebih dari itu, IPM adalah ruang pertumbuhan yang membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, dan berdaya juang.

“Setiap kondisi yang terjadi di IPM, bahkan yang terasa berat sekalipun itu bukanlah beban. Itu justru jalan pembelajaran. Gaji kita di IPM bukan uang, tapi soft skill, jaringan, dan ketangguhan mental yang tidak akan diajarkan di kelas manapun,” ujarnya dengan nada mantap.

Dalam sambutan yang penuh kehangatan sekaligus ketegasan itu, Liset juga menyentil mentalitas pelajar hari ini yang mudah merasa sibuk dan lelah saat diberi tanggung jawab organisasi.

“Rasa sibuk itu alasan klise. Semua orang sibuk. Tapi tidak semua orang mau hadir ketika tanggung jawab menghampiri. Justru dari IPM-lah kita belajar mengatur prioritas, mengenali batas diri, dan menaklukkan rasa malas,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia menyerukan optimisme kader IPM untuk tetap kuat menghadapi tantangan zaman. Ia mengutip Qs Muhammad ayat 7 sebagai penguat semangat: “Jika kalian menolong agama Allah, Allah pasti akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.”

“Jangan takut merasa sendiri dalam berjuang. Jangan takut merasa tak dihargai. Janji Allah itu nyata. Selama kita bergerak untuk kebaikan, untuk dakwah, maka Allah yang akan menyiapkan jalannya,” pungkasnya.

Sambutan Liset tak hanya menjadi pengingat, tapi juga penguat bahwa IPM bukan hanya tempat singgah, tapi tempat bertumbuh. Sebuah pelabuhan untuk mengenal diri dan memperkuat iman, akhlak, ilmu, dan kepemimpinan. (*)

Penulis Erminah Dwi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu