Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inklusi Bojonegoro Sukses Gelar Miniloka Alur Layanan Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Komunitas

Iklan Landscape Smamda
Inklusi Bojonegoro Sukses Gelar Miniloka Alur Layanan Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Komunitas
pwmu.co -
Foto Tim inklusi PDA Bojonegoro bersama camat Balen, Sekcam Balen, Ka.Polsek Balen, KUA Balen, DP3AKB Bojonegoro. (Dina Ariani/PWMU)
Foto Tim inklusi PDA Bojonegoro bersama camat Balen, Sekcam Balen, Ka.Polsek Balen, KUA Balen, DP3AKB Bojonegoro. (Dina Ariani/PWMU)

PWMU.CO – Tim Inklusi PD Aisyiyah Bojonegoro melaksanakan kegiatan Miniloka Alur Layanan Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Komunitas, Kamis (19/06/025). Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Kecamatan Balen yang menjadi pilot project program inklusi PD Aisyiyah Bojonegoro, OMS, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, karang taruna, polisi sektor Balen, serta KUA.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman multi pihak tentang layanan pencegahan dan penanganan perkawinan anak dan adanya sinergi multi pihak untuk meningkatkan pelayanan pencegahan dan penanganan perkawinan anak.

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ibu Siti Nurhayati selaku Senior Program Inklusi PD Aisyiyah Bojonegoro,

“Pertemuan kali ini adalah pertemuan yang diadakan untuk mempertajam isi dari Strategi Daerah Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak yang telah disusun dan sedang dikawal menuju Peraturan Bupati, oleh karena itu Tim Inklusi memilih Kecamatan Balen untuk menjadi pilot project dari STRADA PPA,” jelasnya.

Foto peserta Miniloka Alur Layanan Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Komunitas. (Dina Ariani/PWMU)
Foto peserta Miniloka Alur Layanan Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Komunitas. (Dina Ariani/PWMU)

Acara dilanjutkan dengan sambutan Bapak Biyanto, selaku Camat Balen. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pernikahan dini memag menjadi sumber atau momok dari beberapa masalah, seperti kekerasan dalam rumah tangga, stunting, dan juga kemiskinan.

Acara dilanjutkan dengan paparan yang disampaikan oleh Ibu Endah Setiyorini selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kemudian dipimpin oleh Bapak Suprihadi (DP3AKB) untuk berdiskusi menajamkan alur layanan pencegahan dan penanganan perkawinan anak di tingkat desa. Dalam sesi diskusi ini masing –masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi, kemudian diberikan tanggapan dan saran oleh kelompok yang lain. (*)

Penulis Dina Ariani Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu