Search
Menu
Mode Gelap

Inovasi Telormatika Antar Guru SD Musix Raih Juara 1 Lomba Inobel di Aksi Spotic 2026

Inovasi Telormatika Antar Guru SD Musix Raih Juara 1 Lomba Inobel di Aksi Spotic 2026
Guru SD Musix, Rizky Handayani, S.Pd., meraih juara 1 Inobel. Foto: Basirun/PWMU.CO.
pwmu.co -

Pada ajang Apresiasi Kreasi Seni Islami dan Sains, Sport, Matematika, dan Islamic Olympic (Aksi Spotic) 2026, guru SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya berhasil menyabet Juara 1 kategori Inovasi Pembelajaran (Inobel) pada Ahad (11/1/2026).

Artikel ini telah tayang di enews.com dengan judul “Game Interaktif “Lancar Membaca”: Inovasi Guru SD Muda Surabaya Raih Juara di Aksi Spotic 2026″, Klik untuk baca: https://enews.id/berita/detail/game-interaktif-lancar-membaca-inovasi-guru-sd-muda-surabaya-raih-juara-di-aksi-spotic-2026

Ajang bertema “Berjiwa Aksi, Berkarya Prestasi, dan Berlandaskan Qur’ani” ini merupakan program rutin tahunan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Muhammadiyah Surabaya.

Kegiatan yang digelar di Gedung Tauhid Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) tersebut diikuti oleh seluruh Sekolah Dasar di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya.

Berbagai materi lomba yang dipertandingkan mencakup bidang akademik dan nonakademik. Peserta kegiatan ini tidak hanya berasal dari kalangan siswa. Jika siswa mengikuti lomba akademik dan nonakademik, maka bagi guru disediakan kategori khusus, yakni Inobel.

Delegasi SD Musix, Rizky Handayani, S.Pd., dipercaya untuk mempresentasikan Inobel matematika menggunakan media Telormatika.

Kepala Urusan Sumber Daya Insani (SDI), Puspitawati, S.Pd., menjelaskan bahwa penilaian pada cabang lomba ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, setiap sekolah mengirimkan video presentasi peserta yang kemudian dinilai sebagai babak penyisihan.

“Pada babak penyisihan, delegasi SD Musix berhasil masuk nominasi enam besar dan Alhamdulillah meraih skor tertinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa media Telormatika Hose merupakan media pembelajaran matematika yang inovatif dan menyenangkan. Media ini dirancang untuk membantu siswa agar memahami konsep dasar penjumlahan dan pengurangan dengan lebih mudah.

Media pembelajaran berbasis elektronik ini merupakan inovasi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Alat tersebut dirancang menggunakan telur tiruan sebagai media utama dalam proses belajar.

Kartu angka dilengkapi dengan chip yang kemudian dibaca oleh perangkat pemindai yang terpasang pada dinding peraga. Setiap chip memiliki ID unik yang akan dicocokkan dengan data pada prosesor elektronik. Selanjutnya, prosesor memberikan perintah kepada mekanisme alat untuk mengeluarkan telur sesuai dengan nominal angka yang ditempelkan.

Teknologi yang digunakan dalam media ini adalah Radio-Frequency Identification (RFID), yaitu teknologi yang memanfaatkan gelombang radio untuk mengidentifikasi objek secara otomatis.

Beberapa kelebihan media ini di antaranya:

Iklan Landscape UM SURABAYA

1. Mampu mengenalkan angka dan benda konkret secara bersamaan.
2. Memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sistem digital.
3. Membantu peserta didik memahami konsep abstrak menjadi lebih konkret.
4. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mudah diaplikasikan karena telah terintegrasi dengan teknologi informasi.

Adapun kekurangan media pembelajaran ini di antaranya:

1. Materi masih terbatas pada penjumlahan dan pengurangan.
2. Membutuhkan waktu persiapan yang relatif lama.
3. Kurang efektif jika diterapkan pada kelas besar tanpa pendampingan.

Suasana tegang sempat mewarnai para peserta olimpiade beserta pendamping yang memadati Aula Lantai 13 Gedung Tauhid Umsura. Pasalnya, seluruh cabang olimpiade telah diumumkan pemenangnya, kecuali kategori Inobel.

Pemenang kemudian diumumkan secara bertahap, dimulai dari juara harapan III, harapan II, hingga harapan I. Suasana aula semakin menegangkan ketika panitia melanjutkan pengumuman juara III dan juara II.

Ketegangan itu akhirnya pecah ketika MC mengumumkan bahwa juara pertama diraih oleh SD Musix.

Sontak, peserta dan pendamping dari SD Musix bersorak histeris. Para siswa berlari memeluk Rizki Handayani sambil berteriak penuh kegembiraan.

Sementara itu, Rizki Handayani mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan meraih Juara 1 Kategori Inobel

“Pencapaian ini merupakan hasil dari proses belajar yang panjang, kolaborasi yang solid, serta dukungan dari rekan guru, pimpinan sekolah, dan peserta didik yang senantiasa menjadi sumber inspirasi,” ungkapnya.

Inobel yang dikembangkan berangkat dari kebutuhan nyata di kelas I, dengan harapan mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan.

Ucapan selamat pun terus mengalir, baik dari para siswa, teman kerja, maupun para wali murid. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments