Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inovatif! Minecraft Jadi Media Ujian Ratusan Siswa Spemutu Gresik

Iklan Landscape Smamda
Inovatif! Minecraft Jadi Media Ujian Ratusan Siswa Spemutu Gresik
Suasana ATS KKA siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Gresik pada Rabu (8/10/2025) dengan menggunakan Minecraft sebagai asesmennya (Foto: Bening/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 108 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) mengikuti Asesmen Tengah Semester (ATS) untuk mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dengan metode yang jauh dari kata konvensional.

Bukan dengan lembar jawaban, melainkan diselenggarakan di dunia virtual Minecraft melalui misi mencari harta karun digital, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan asesmen ini menjadi bukti komitmen Spemutu Gresik dalam menyelenggarakan pembelajaran mendalam berbasis teknologi yang mindfulness learning, joyful learning, dan meaningful learning sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 14 Tahun 2025.

Asesmen ini bertujuan mengukur sejauh mana pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial yang telah dipelajari selama setengah semester.

Berbeda dari ujian tertulis biasa, siswa ditantang untuk menyelesaikan serangkaian misi yang terintegrasi di dalam dunia virtual Minecraft.

Dalam asesmen bertajuk Digital Treasure Hunt ini, setiap siswa dihadapkan pada sebuah peta misterius di dalam dunia Minecraft.

Untuk mencapai lokasi harta karun, mereka harus melalui beberapa rintangan yang hanya bisa dipecahkan menggunakan bahasa pemrograman berbasis blok (seperti Blockly) untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

Kepada kontributor Pwmu.co, Bustanul Arifin ST penanggung jawab pelajaran KKA Spemutu Gresik menyebutkan bahwa ATS menggunakan Minecraft ini merupakan jawaban dan solusi nyata bagi anak-anak dalam memecahkan problematika di soal yang diberikan.

“Melalui Minecraft, konsep abstrak seperti algoritma, variabel, dan logika kondisional menjadi lebih nyata. Anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar mempraktikkan berpikir komputasional untuk memecahkan masalah koding,” jelasnya dalam sebuah kesempatan.

Antusiasme siswa terhadap metode asesmen ini sangat tinggi. Mereka tidak merasa sedang diuji, melainkan sedang bermain gim sambil menyelesaikan teka-teki.

Fokus utama penilaian bergeser dari sekadar jawaban benar atau salah menjadi efisiensi kode yang dibuat, serta kreativitas solusi yang ditawarkan.

“Seru banget! Saya bisa lihat langsung kalau kodenya benar, jalan sesuai dengan perintah block-nya,” kata Aqilla Neal Mikheyla.

“Kalau ujian biasa kan cuma nulis, ini kita kayak main game tapi sambil belajar. Jadi gampang ingat materinya,” imbuh siswi kelas VII B tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Khalisah Hasna Ramadhani. Menurutnya, beberapa soal terlihat susah dan beberapa mudah dipecahkan sehingga menuntutnya berpikir keras bagaimana menciptakan coding agar sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Spemutu berharap metode asesmen yang inovatif ini dapat menjadi model bagi sekolah dalam meningkatkan literasi digital dan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pencipta teknologi di masa depan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu