Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Interdisciplinary Exam di MBS Tuban, Langkah Nyata Menuju Kaderisasi Ulama Berbasis Integrasi Ilmu

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Suasana ketika santri mendapatkan pertanyaan di ruang ujian. (Istimewa/PWMU.CO)
Suasana ketika santri mendapatkan pertanyaan di ruang ujian. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Udara pagi di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tuban terasa berbeda. Di ruang-ruang kelas yang biasanya menjadi tempat belajar harian, kini para santri kelas 11 SMA duduk khidmat, membuka kitab dan catatan mereka, Kamis-Jumat (21-22/05/2025). Bukan untuk ujian biasa, melainkan menghadapi tantangan ilmiah bertajuk Interdisciplinary Exam, sebuah ujian lintas keilmuan berbasis paradigma integrasi ilmu pengetahuan.

Ujian yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan tiga penguji tamu lulusan Timur Tengah. Mereka tidak hanya menguji hafalan atau pemahaman satu cabang ilmu, melainkan mengajak santri menelusuri kedalaman ayat dan hadits, dari aspek kebahasaan hingga historis, dari metodologi hukum Islam hingga akidah.

Materi ujian diawali dari satu ayat al Quran atau hadits Nabi. Kemudian dikembangkan menjadi pembahasan lintas disiplin. Misalnya, santri diminta menganalisis struktur nahwu dan shorof dalam ayat tersebut. Lalu menggali prinsip ushul fikih yang terkandung, menjelaskan validitas sanad dan matan berdasarkan ilmu mustholah hadits, menyinggung aspek aqidah yang terkandung, hingga menjelaskan relevansi historisnya dalam konteks tarikh Islam.

Paradigma ini disebut sebagai integrasi ilmu, yakni upaya menyatukan antara ilmu-ilmu agama (ulumuddin) dan ilmu-ilmu umum dalam satu kesatuan yang tidak terpisah. Dalam konteks ini, setiap cabang ilmu dilihat saling melengkapi, bukan berdiri sendiri. Ini sejalan dengan semangat pembaruan pendidikan Islam yang ditawarkan oleh banyak perguruan tinggi Islam modern, termasuk di Timur Tengah.

Karakter Intelektual Santri

Menurut Fakhrudin, salah satu penguji, ujian ini bukan hanya alat evaluasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter intelektual santri.

“Ujian ini digelar dalam rangka memperteguh posisi MBS Tuban sebagai lembaga pencetak kader yang tafaqquh fi din. Bukan hanya pintar menjawab, tapi mampu mengurai ilmu secara menyeluruh dan menyambungkannya dengan realitas umat,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Para penguji menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kedalaman berpikir santri. Tak sedikit dari mereka yang mampu menjelaskan perbedaan qiraat dalam suatu ayat, sekaligus menghubungkannya dengan pemahaman fiqh dan dampaknya dalam konteks sosial kekinian.

Lebih dari sekadar ujian, kegiatan ini menjadi panggung pembuktian bahwa santri MBS Tuban tidak hanya menjadi penghafal, tetapi juga pengkaji, pemikir, dan kelak, penggerak umat. Dengan semangat integrasi ilmu dan tekad kaderisasi ulama, MBS Tuban terus menapaki jalan panjang pendidikan Islam berkemajuan—sebuah misi besar yang dimulai dari ayat dan hadits, lalu menjelma menjadi gerak nyata peradaban. (*)

Penulis M. Sayidulqisthon Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu