Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Internalisasi Ideologi dan Penguatan Karakter Guru Muhammadiyah Menguat Lewat Baitul Arqam PCM Wonokromo

Iklan Landscape Smamda
Internalisasi Ideologi dan Penguatan Karakter Guru Muhammadiyah Menguat Lewat Baitul Arqam PCM Wonokromo
Pembukaan Baitul Arqam 1447 H Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Penguatan ideologi, penyegaran ruh gerakan, dan peneguhan komitmen dakwah menjadi fondasi penting bagi guru dan karyawan Muhammadiyah dalam menjalankan peran pendidikan.

Kesadaran itulah yang melatarbelakangi digelarnya Baitul Arqam 1447 H oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, sebagai ruang pembinaan ideologis dan spiritual bagi para pendidik serta tenaga kependidikan di lingkungan cabang tersebut.

Kegiatan yang resmi dimulai pada Jumat (13/2/2026) itu diikuti ratusan peserta yang memadati Aula SMAM 3 Surabaya. Mereka berasal dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Amal Usaha Aisyiyah (AUA), organisasi otonom (Ortom), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) selingkung Cabang Wonokromo.

Baitul Arqam tahun ini menjadi wujud sinergi antarmajelis dan unsur pimpinan di tingkat cabang. Pembukaan kegiatan dipandu oleh Norma Setyaningrum, M.Pd, yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya.

Dalam sambutannya, Luluk Humaedah, M.Pd, Wakil Ketua Dikdasmen PCA Wonokromo, menegaskan, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi yang solid antara majelis kader di PCM, PCA, PRM, serta seluruh AUM selingkung Wonokromo.

“Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi majelis kader di PCM, PCA, PRM dan AUM selingkung Wonokromo. Semoga menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas masing-masing guru dan karyawan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi aktif dan kesadaran penuh dalam mengikuti proses pembinaan.

“Saya berharap bapak/ibu dapat aktif berpartisipasi pada kegiatan rutin, jangan sampai ada keterpaksaan dalam hatinya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PCM Wonokromo, Ir. Lukman, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta.

Dengan gaya ringan ia sempat berkelakar, “Alhamdulillah kami dari pimpinan akan menemani bapak/ibu peserta baitul arqam di hotel Gadung ini,” yang disambut senyum peserta.

Namun di balik suasana cair tersebut, ia menekankan pesan yang substansial. Menurutnya, Baitul Arqam bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana strategis untuk memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah.

“Melalui kegiatan baitul arqam ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi akan ideologi Muhammadiyah. Luangkan waktu, tenaga dan pikiran selama mengikuti baitul arqam ini,” tegasnya.

Dia menambahkan, guru Muhammadiyah tidak cukup hanya profesional dalam aspek akademik, tetapi juga harus kokoh secara ideologis dan memiliki visi gerakan yang jelas.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Lima Materi Strategis Selama Dua Hari

Ketua pelaksana, Achmad Zainuri Arif, M.Pd, menjelaskan bahwa peserta akan mengikuti sedikitnya lima materi utama selama dua hari pelaksanaan.

Materi-materi tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus memperdalam identitas kemuhammadiyahan.

Adapun rincian materi dan narasumber Baitul Arqam 1447 H adalah sebagai berikut:

1. Salat Ditinjau dari Dimensi Sosial dan Medis, oleh dr. Catur Priyambodo.
Materi ini mengupas salat tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga memiliki dampak sosial dan manfaat kesehatan.

2. Fiqh Ibadah Shalat, oleh Dr. Imam Syaukani.
Menghadirkan pendalaman aspek hukum dan tata cara ibadah shalat sesuai tuntunan yang benar.

3. Pedoman Hidup dan Ideologi Warga Muhammadiyah, oleh Luluk Humaedah, S.Pd.I, M.Pd.
Membahas nilai-nilai dasar, prinsip perjuangan, dan karakter warga Muhammadiyah dalam kehidupan pribadi maupun institusi.

4. Fiqh Ibadah Zakat, oleh Dr. Dian Berkah.
Menekankan pentingnya zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pemberdayaan umat.

5. Risalah Islam Berkemajuan, oleh Moh. Modzakkir, S.Sos., MA, Ph.D.
Mengulas konsep Islam berkemajuan sebagai spirit pembaruan dan kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa.

Baitul Arqam 1447 H ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pemahaman kognitif, tetapi juga perubahan sikap dan penguatan komitmen. Guru dan karyawan Muhammadiyah dipandang sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai Islam berkemajuan kepada generasi muda. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu