Kolaborasi lintas negara kembali hadir di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Melalui International Program for Communication Studies (IPCOS), UMY bersama School of Communication Universiti Sains Malaysia (USM) menggelar seminar Journalistic Storytelling for Community Well-being and Sustainability di Postgraduate Amphitheater UMY, Senin (29/9/2025).
Forum ini menghadirkan pakar komunikasi dari dua negara untuk mengupas bagaimana narasi jurnalistik dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan komunitas sekaligus mendorong keberlanjutan sosial.
Acara ini menghadirkan dua pakar komunikasi lintas negara, yakni Dr. Nik Norma Nik Hasan dari USM Malaysia dan Dr. Fajar Junaedi dari UMY.
Diskusi berlangsung dengan melibatkan mahasiswa serta dosen untuk mendalami bagaimana narasi jurnalistik dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan komunitas dan mendorong keberlanjutan sosial.
Dalam paparannya, Dr. Nik Norma Nik Hasan menekankan pentingnya media sebagai pilar demokrasi.
“Media bukan hanya sarana penyampai informasi, media adalah pilar keempat demokrasi. Dalam konteks Sustainable Development Goals, media menjadi penting untuk memberdayakan komunitas,” ungkapnya seperti dalam rilis yang diterima PWMU.CO, Senin (29/9/2025) .
Sementara itu, Fajar Junaedi menyoroti relevansi storytelling dalam konteks masyarakat kontemporer.
“Pendekatan naratif yang humanis mampu memperkuat solidaritas sosial dan memperluas kesadaran publik terhadap isu keberlanjutan,” kata dia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IPCOS UMY dan USM Malaysia untuk memperkuat kerja sama akademik internasional, sekaligus memberikan kontribusi nyata pada pengembangan kajian media di kawasan Asia Tenggara.
Sebanyak sepuluh mahasiswa dari USM mengikuti program kegiatan yang difasilitasi oleh pemerintah USM dan Malaysia, dengan melakukan berbagai aktivasi dan keterlibatan bersama dosen dan mahasiswa UMY serta komunitas Gerakan Shadaqah Sampah. Luaran dari aktivasi ini adalah karya jurnalistik. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments