Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada warga yang dianggap membantu Amerika Serikat dan Israel, ketika perang memasuki minggu kedua.
Otoritas keamanan menyatakan pelanggaran yang dinilai membahayakan negara dapat berujung pada tindakan militer.
Peringatan Pemerintah di Tengah Perang
Dikutip dari laporan media internasional, Kementerian Intelijen Iran menyatakan bahwa sejumlah individu di dalam negeri diduga memotret lokasi dampak rudal untuk kemudian mengirimkan rekaman tersebut ke jaringan yang berbasis di luar negeri.
Menurut pemerintah, tindakan tersebut dianggap membantu musuh dalam konflik yang sedang berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, mereka menyebut para pelaku sebagai “tentara bayaran Amerika-Zionis” yang bertindak sebagai kolom kelima di dalam negeri.
Dikutip dari Aljazeera, Pemerintah menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat akan menghadapi hukuman berat berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang diperketat setelah konflik sebelumnya dengan AS dan Israel.
Seruan Melaporkan Aktivitas Mencurigakan
Kementerian Intelijen juga meminta masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan melalui sambungan telepon atau layanan pesan lokal.
Seruan ini muncul ketika akses internet global di Iran masih dibatasi lebih dari sepekan setelah serangan awal perang yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah komandan militer penting di Teheran.
Pemadaman internet tersebut membuat sebagian besar masyarakat hanya dapat mengakses informasi melalui media pemerintah.
Sementara itu, perkembangan lain seperti perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh militer Israel tidak banyak dilaporkan oleh media resmi.
Gangguan Siaran Satelit Asing
Banyak warga Iran diketahui mengikuti perkembangan konflik melalui saluran televisi berbahasa Persia yang berbasis di luar negeri melalui satelit.
Pemerintah Iran menganggap beberapa saluran tersebut sebagai bagian dari jaringan yang mendorong perubahan rezim.
Sejak sebelum perang dimulai, pihak berwenang telah mengirimkan sinyal gangguan untuk membatasi siaran tersebut. Pemerintah menyebut saluran-saluran itu sebagai media yang mendukung aktivitas “teroris”.
Perintah Tegas Aparat Keamanan
Kepolisian Iran juga mengirimkan pesan teks massal kepada masyarakat yang berisi peringatan agar tidak menyebarkan rekaman serangan kepada pihak luar. Dalam pesan tersebut, aparat menyebut rekaman serangan yang dikirim ke luar negeri harus dihentikan.
Kepala Kepolisian Iran, Ahmad-Reza Radan, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa pasukannya telah diperintahkan untuk menindak tegas setiap pelanggaran yang dianggap mengancam keamanan negara selama kondisi perang.
Ancaman Penembakan terhadap Pelanggar
Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran (IRGC), Salar Velayatmadar, yang kini menjadi anggota parlemen, bahkan mengeluarkan peringatan lebih keras.
Dalam siaran televisi pemerintah, ia menyatakan bahwa siapa pun yang dianggap menyuarakan dukungan kepada musuh dapat menghadapi perintah penembakan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi keamanan yang semakin tegang setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat.
Seruan dari AS dan Israel
Sementara itu, Presiden Amerika dan Perdana Menteri Israel sebelumnya menyerukan warga Iran untuk menunggu momen ketika mereka dapat turun ke jalan dan menantang pemerintahan teokratis yang telah berkuasa sejak revolusi 1979.
Mereka juga meminta aparat keamanan Iran untuk meletakkan senjata, sebuah seruan yang ditolak keras oleh otoritas militer dan politik Iran.
Dukungan Pro-Pemerintah di Dalam Negeri
Pemerintah Iran, di sisi lain, mendorong para pendukung rezim untuk tetap aktif di ruang publik, termasuk berkumpul di masjid dan melakukan aksi dukungan terhadap sistem pemerintahan.
Media pemerintah sesekali menyiarkan kegiatan tersebut, termasuk demonstrasi pro-negara dan parade kendaraan.
Pasukan paramiliter Basij yang berada di bawah komando IRGC juga terus berpatroli di Teheran dan sejumlah kota lain, serta mendirikan pos pemeriksaan di sekitar fasilitas yang menjadi target serangan.
Korban Protes dan Ketegangan Politik
Ketegangan politik di Iran juga meningkat setelah ribuan warga dilaporkan tewas dalam protes nasional awal tahun ini.
Pemerintah menyalahkan kelompok yang mereka sebut sebagai teroris dan perusuh yang didukung oleh Amerika Serikat dan Israel.
Namun sejumlah organisasi hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa aparat negara bertanggung jawab atas tindakan keras terhadap demonstran.
Konflik Diperkirakan Terus Berlanjut
Pesan dari kedua pihak pada akhir pekan menunjukkan bahwa konflik masih jauh dari selesai. Angkatan bersenjata Iran menyatakan serangan dapat berhenti jika negara tetangga tidak digunakan sebagai basis serangan terhadap Iran.
Di sisi lain, Presiden Trump kembali menegaskan tuntutannya agar Iran menyerah tanpa syarat dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.






0 Tanggapan
Empty Comments