Suasana haru menyelimuti kegiatan Jumat Berkah di SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, Jumat (8/8/2025). Tangis para siswa kelas IV pecah saat kedatangan salah satu guru yang telah purna tugas, Badriyah SPd, atau yang akrab disapa Ustadzah Diyah.
Sejak pagi, suasana sekolah sudah dipenuhi semangat antusias para siswa menyambut agenda rutin Jumat Berkah, di mana mereka tidak perlu membawa bekal dari rumah karena telah disiapkan menu istimewa oleh para orang tua siswa.
“Terima kasih mama-mama yang telah berdonasi hari ini,” kata Koordinator dan Ketua Paguyuban Kelas (PK), Oktagiana SE.
Menu yang dibagikan pada kesempatan kali ini adalah ayam goreng dan sayur sop. Oktagiana pun berpesan kepada anak-anak agar tidak lupa makan sayur agar tetap sehat.
“Anak-anak, harus makan sayur lho, supaya kalian sehat!,” ujarnya menyapa para siswa.
Sontak, para siswa mengaitkan menu tersebut dengan pelajaran yang baru saja mereka bahas.
“Nah, nyambung dengan pelajaran kita tadi, ya!,” seru salah satu siswa.
Selanjutnya, Oktagiana menyampaikan bahwa para siswa akan belajar materi tentang fotosintesis.
“Proses ini sangat penting karena menghasilkan klorofil, yang sangat bermanfaat bagi manusia dan hewan,” jelasnya.
Ia menambahkan, serat dari sayuran hijau membantu melancarkan pencernaan dan mencegah gangguan seperti sembelit dan diare.
Setelah seluruh siswa dan guru menerima makanan, mereka pun berdoa bersama sebelum menyantap hidangan. Sambil makan dan berbincang dengan teman di kanan-kiri, suasana berlangsung hangat dan menyenangkan.
Namun, suasana mendadak berubah haru ketika seorang tamu tak terduga hadir di tengah-tengah kegiatan makan bersama. Ternyata, sosok yang datang adalah Ustadzah Diyah, guru yang telah mengabdikan diri lebih dari 40 tahun di SD Musix sebelum pensiun.
“Ustadzah Diaaaaah…!. Kami sangat kangen, Ustadzah,” teriak siswa-siswi serentak sambil berhamburan mendekatinya dan memeluk penuh haru.
Ustadzah Diyah pun menyambut pelukan anak-anak dengan penuh kasih sayang.
“Ustadzah juga kangen kalian,” bisiknya lembut.
Ia pun berpesan kepada para siswa agar terus rajin belajar dan patuh kepada orang tua dan guru.
“Anak-anak harus rajin belajar dan selalu taat kepada orang tua dan gurumu, ya!,” pesan Ustadzah Diyah sambil mengusap kepala siswa-siswinya.
Setelah melepas rindu dan berbagi cerita, para siswa mengajak sang guru untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Suasana haru kembali menyelimuti saat Ustadzah Diyah pamit untuk kembali pulang.
“Kapan-kapan ke sini lagi ya, Ustadzah,” pinta para siswa yang dijawab dengan anggukan dan lambaian tangan sang guru tercinta. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments