Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Israel Siap Serang Iran, AS Minta Warganya Tinggalkan Timur Tengah

Iklan Landscape Smamda
Israel Siap Serang Iran, AS Minta Warganya Tinggalkan Timur Tengah
pwmu.co -
Presiden AS, Donald Trump (CNBC Indonesia)

PWMU.CO – Pejabat Amerika Serikat menerima informasi bahwa Israel sepenuhnya siap melancarkan serangan terhadap Iran. Hal ini disampaikan sejumlah sumber kepada CBS News pada Rabu (11/6/2025) malam waktu setempat.

Pemerintah AS memperkirakan Iran kemungkinan akan membalas serangan tersebut dengan menyasar sejumlah fasilitas Amerika di Irak. Karena alasan itu, Washington mengimbau warganya untuk segera meninggalkan kawasan tersebut. Pada hari Rabu sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan staf kedutaan yang tidak berkepentingan mendesak untuk meninggalkan Irak, menyusul meningkatnya ketegangan regional.

Seorang pejabat pertahanan AS mengungkapkan bahwa Pentagon juga telah mengizinkan anggota keluarga personel militer untuk secara sukarela meninggalkan wilayah Timur Tengah sebagai langkah antisipatif.

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, utusan Presiden Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, tetap dijadwalkan bertemu dengan pihak Iran dalam putaran keenam perundingan terkait program nuklir negara itu dalam beberapa hari mendatang.

Saat berbicara di Kennedy Center pada Rabu malam, Trump menjelaskan bahwa peringatan kepada warga Amerika untuk meninggalkan wilayah tersebut adalah karena potensi bahaya yang bisa muncul sewaktu-waktu. Ia menegaskan kembali bahwa AS tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir.

“Kami tidak akan mengizinkan hal itu terjadi,” tegas Trump. Saat ditanya lebih lanjut mengenai kebijakan penarikan tanggungan militer dari kawasan konflik, ia menjawab singkat, “Anda akan melihatnya sendiri.”

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, menyatakan bahwa jika perundingan gagal dan konflik tak dapat dihindari, Iran siap menyerang semua pangkalan militer Amerika di negara-negara yang menjadi tuan rumah.

Pemerintahan Trump diketahui sedang berupaya menjalin kesepakatan baru dengan Iran terkait pembatasan program nuklirnya. Namun, proses negosiasi masih menemui jalan buntu. Trump bersikeras bahwa Iran tidak boleh melakukan pengayaan uranium sama sekali, sementara pejabat tinggi Iran menolak syarat tersebut.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sejak lama, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menunjukkan ketidakpercayaan terhadap perjanjian apapun dengan Iran. Hubungan kedua negara memang telah memburuk sejak Revolusi Iran tahun 1979. Kantor Netanyahu menyebut bahwa Israel telah melancarkan berbagai operasi — baik terbuka maupun rahasia — untuk menghambat kemajuan program nuklir Iran.

Trump sendiri pernah menyatakan bahwa dirinya sempat meminta Netanyahu agar menunda rencana menyerang Iran demi memberi ruang bagi jalannya negosiasi. “Saya katakan kepadanya bahwa ini bukan waktu yang tepat karena kita sedang dekat-dekatnya dengan penyelesaian,” ujar Trump saat itu.

Iran telah mengembangkan program nuklirnya selama beberapa dekade. Meskipun negara itu mengklaim program tersebut hanya untuk tujuan damai, pengawasan internasional menunjukkan kekhawatiran lain. Pada tahun 2015, Presiden Barack Obama menandatangani perjanjian nuklir dengan Iran untuk membatasi tingkat pengayaan uranium, meski ditentang oleh Netanyahu yang menuduh Iran tidak jujur.

Namun, Trump menarik AS dari kesepakatan tersebut pada masa pemerintahannya dan kembali memberlakukan sanksi ketat terhadap Iran. Sejak itu, Iran kembali mempercepat pengayaan uraniumnya.

Laporan terbaru dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang dirilis dua minggu lalu menunjukkan bahwa Iran telah memperkaya 408,6 kilogram uranium hingga kemurnian 60 persen — mendekati ambang batas 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir. Angka ini meningkat drastis dari 274,8 kilogram pada Februari lalu, menurut data badan PBB tersebut. (*)

Penulis Wildan Nanda Rahmatullah Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu