Search
Menu
Mode Gelap

Istighfar Itu Pelipur Hati dan Penarik Rahmat Ilahi

Istighfar Itu Pelipur Hati dan Penarik Rahmat Ilahi
Foto: Pexels
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Istighfar adalah amalan seorang muslim untuk memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan istighfar, seorang hamba mengakui kelemahan dirinya, menyadari dosa-dosanya, dan berharap kepada rahmat Allah yang luas.

Banyak sekali keajaiban dan keutamaan yang terkandung dalam istighfar, baik untuk kebersihan jiwa maupun untuk kelapangan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.

Rasulullah saw adalah manusia paling mulia, yang sudah diampuni dosa-dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.

Meski begitu, beliau tetap memperbanyak istighfar dan taubat setiap hari. Hal ini menjadi teladan bagi umatnya, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa merasa bebas dari kebutuhan akan ampunan Allah.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberikan ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Fath: 1–2)

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda kepada Hudzaifah bin Al-Yaman:

“Wahai Hudzaifah, sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah setiap hari sebanyak seratus kali dan aku juga bertobat kepada-Nya.” (HR. Ahmad)

Dalam riwayat lain beliau bersabda: “Tidaklah aku berada di waktu pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari) kecuali aku beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali.” (HR. An-Nasa’i, no. 1600)

Keutamaan Istighfar dalam Kehidupan

Al-Qur’an menegaskan bahwa istighfar mendatangkan kelapangan hidup dan keberkahan rezeki. Nabi Nuh ‘Alaihissalam pernah menasihati kaumnya:

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Maka aku berkata (kepada mereka): ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10–12)

Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar tidak hanya membersihkan jiwa, tetapi juga mendatangkan keberkahan dalam rezeki, keturunan, dan kehidupan sosial.

Bayangkan seorang petani kecil yang hidup sederhana. Setiap hari ia memulai aktivitasnya dengan istighfar sebelum turun ke sawah. Hatinya tenang, pikirannya lapang, dan ia selalu yakin bahwa Allah akan mencukupkan kebutuhannya.

Meski hasil panennya tidak selalu melimpah, ia merasakan ketenangan, keluarganya rukun, dan rezekinya selalu cukup. Inilah bukti nyata bahwa keberkahan hidup tidak selalu diukur dengan banyaknya harta, melainkan dengan ketenangan jiwa yang lahir dari kedekatan dengan Allah melalui istighfar.

Mari kita perbanyak istighfar, doa, dan tobat. Jadikan istighfar sebagai komitmen harian untuk menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Dengan istighfar, insya Allah:

  • Allah memberikan kelancaran dalam segala urusan,
  • Keberkahan dalam rezeki,
  • Perlindungan dari berbagai mara bahaya,
  • Keteguhan aqidah bagi diri, keluarga, dan keturunan,
  • Serta penutup kehidupan dalam keadaan husnul khatimah.

“Dan barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar dari setiap kesusahan, memberikan kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Jumah mubarak! Semoga Allah menjadikan kita semua hamba-hamba-Nya yang rajin beristighfar dan dikaruniai husnul khatimah. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments