Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA) memperkuat tata kelola perguruan tinggi melalui pergantian rektor yang tertib, pengawasan Badan Pembina Harian (BPH), dan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan Kampus 2.
Langkah ini bertujuan memastikan program akademik berjalan berkesinambungan, fasilitas kampus siap digunakan, dan stabilitas kelembagaan tetap terjaga.
Pergantian rektor ITBADLA Lamongan dilaksanakan sesuai masa jabatan dan mekanisme kelembagaan yang berlaku. Proses ini menjadi bagian dari strategi institusi untuk menjaga kesinambungan arah kebijakan, stabilitas operasional, dan keberlanjutan program strategis.
BPH berperan mengawal transisi kepemimpinan, memastikan agenda kampus tetap berjalan sesuai rencana, sekaligus menjaga kualitas layanan akademik dan administrasi.
Ketua BPH ITBADLA Lamongan, H. Subagio, S.E., mengatakan, “Pergantian rektor merupakan langkah penting untuk menjaga arah kebijakan dan memperkuat tata kelola ITBADLA. Kami memastikan proses transisi berjalan tertib dan program strategis kampus tetap terlaksana.”
Di tengah pergantian kepemimpinan, jajaran rektorat memastikan seluruh aktivitas akademik dan layanan mahasiswa berjalan normal. Perkuliahan, administrasi, dan kegiatan akademik tetap lancar sehingga stabilitas institusi tidak terganggu.
Rektor ITBADLA Lamongan, Dr. Hj. Mu’ah, M.M., M.Pd., menekankan pentingnya transisi kepemimpinan yang kondusif.
“Transisi harus menjamin seluruh agenda kampus tetap terarah dan berkelanjutan. Saat ini, fokus utama kami adalah pengawalan pembangunan Kampus 2 agar seluruh fasilitas mendukung kebutuhan akademik dan pengembangan institusi secara menyeluruh,” ujarnya.
Pembangunan Kampus 2 menjadi prioritas strategis ITBADLA. Pembangunan ini dirancang untuk memperluas kapasitas layanan pendidikan, mendukung pertumbuhan program studi, dan meningkatkan kualitas sarana pembelajaran.
Evaluasi dilakukan secara berkala oleh jajaran rektorat bersama tim teknis, dengan menekankan capaian fisik, kesesuaian spesifikasi, ketepatan waktu, dan keterpaduan fasilitas dengan kebutuhan akademik.
BPH juga terlibat dalam pengawasan teknis untuk memastikan setiap tahap konstruksi sesuai standar mutu dan target yang ditetapkan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembangunan Kampus 2 berjalan sesuai rencana, sementara pengawalan berkelanjutan dilakukan agar kualitas konstruksi dan kesiapan fasilitas optimal sebelum difungsikan.
Dengan pergantian rektor yang tertib, pengawasan BPH, dan evaluasi pembangunan Kampus 2 yang sistematis, ITBADLA Lamongan memperkuat fondasi kelembagaan dan infrastruktur pendidikan. Langkah ini memastikan program akademik berjalan lancar, fasilitas kampus mendukung proses belajar-mengajar, dan institusi mempertahankan profesionalisme serta daya saing.
Strategi ini sekaligus menegaskan peran ITBADLA dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan dunia kerja.






0 Tanggapan
Empty Comments