SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik menggelar upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ahad (17/8/2025).
Acara yang berlangsung di lapangan sekolah, Jalan KH Kholil Nomor 90 ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi Spemutu Gresik dari kelas VII, VIII, hingga IX yang berjumlah 256 orang, serta didampingi oleh 30 bapak dan ibu guru serta karyawan.
Dengan penuh khidmat dan tertib, seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB. Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibra Spemutu Gresik yang tampil gagah dan kompak
Seluruh peserta upacara tampak mengikuti setiap prosesi dengan penuh khidmat, mulai dari mengheningkan cipta hingga pembacaan teks Proklamasi dan Pancasila. Suasana haru dan bangga pun menyelimuti seluruh lapangan sekolah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, M Fadloli Aziz SSi MPd.
Dalam amanat upacaranya di hadapan seluruh peserta, ia mengucapkan syukur alhamdulillah karena dapat bersama-sama memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebuah nikmat besar dari Allah SWT yang patut disyukuri dengan sepenuh hati.
“Anak-anakku yang saya cintai, 80 tahun lalu, para pahlawan bangsa berjuang dengan darah dan air mata. Mereka tidak memikirkan kepentingan pribadi, tetapi mengorbankan segalanya demi satu kata: merdeka! Kini, tugas kita bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan ini dengan karya nyata, prestasi, dan dedikasi,” ujarnya.
Ia kemudian membagikan sebuah kisah inspiratif, yakni kisah BJ Habibie. Ia menceritakan bahwa sejak kecil, Habibie bercita-cita untuk menciptakan pesawat terbang bagi bangsanya. Meskipun banyak yang meremehkan, ia tidak pernah menyerah.
“Dengan belajar tekun, baik di dalam maupun luar negeri, Habibie akhirnya berhasil mewujudkan impiannya. Pesawat N-250 pun terbang di langit Indonesia sebagai simbol bahwa anak bangsa mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kisah BJ Habibie mengajarkan kita bahwa jika memiliki mimpi, maka kita harus menekuninya melalui belajar, disiplin, dan kerja keras. Dengan begitu, kita dapat memberikan sesuatu yang berharga bagi bangsa serta mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh agar menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
“Selain itu, kalian juga harus disiplin, menjaga adab, dan karakter dalam kehidupan sehari-hari, berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, maupun keagamaan, serta membawa nama baik sekolah, orang tua, dan bangsa Indonesia,” pesannya.
Fadloli Aziz juga menyampaikan pesan kepada para bapak dan ibu guru bahwa mengisi kemerdekaan berarti terus mendidik dengan sepenuh hati, membimbing dengan keteladanan, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah.
Di akhir pidatonya, pria yang juga merupakan guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik ini berpesan agar Spemutu menjadi sekolah yang tidak hanya mencetak murid-murid yang cerdas, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, beriman, dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.
Ia juga menekankan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah yang bisa dinikmati tanpa usaha.
“Kemerdekaan adalah mandat perjuangan. Tugas kita sekarang adalah membuktikan kepada para pahlawan bahwa pengorbanan mereka tidak sia-sia. Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia! Jayalah Indonesiaku, majulah Muhammadiyah, berprestasilah murid-muridku tercinta,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments