SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen kembali mendapat kehormatan dengan kehadiran tamu dari sekolah mitra, Jumat (12/9/2025). SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan melakukan kunjungan studi tiru terkait budaya industri, kelas industri, serta penerapan budaya 5S/5R.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen di Ruang Multimedia Kampus 1, Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 34 Kepanjen.
Kunjungan ini melengkapi agenda padat di hari yang sama. Pagi harinya, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen lebih dahulu menerima tamu dari SMK Muhammadiyah 1 Surabaya. Kemudian pada pukul 13.00 WIB, giliran rombongan dari SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan yang hadir dengan total 65 peserta, terdiri atas PCM, kepala sekolah, guru, hingga karyawan sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan, Achmad Ghofur SPd berharap terbuka ruang komunikasi yang luas dengan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Menurutnya, sebagai sesama sekolah yang pernah menyandang predikat SMK RSBI, banyak praktik baik yang bisa ditiru, khususnya terkait pengelolaan kelas industri, PPDB, hingga manajemen budaya sekolah.
SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan sendiri berdiri sejak 1993 dengan dua jurusan awal, yaitu Mesin Tenaga dan Mekanik Otomotif. Kini sekolah tersebut telah berkembang menjadi sembilan konsentrasi keahlian, di antaranya Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Desain Komunikasi Visual, Asisten Keperawatan, hingga Perbankan Syariah.
Pentingnya Komunikasi
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Moch. Arief Luqman Hakim, menegaskan pentingnya komunikasi sebagai jembatan keberhasilan lembaga pendidikan.
“Keberhasilan suatu lembaga pendidikan bukan hanya dilihat dari kerjasama internal, tetapi juga dari komunikasi yang mampu menjembatani jalannya program sekolah,” ujarnya.
Usai sesi sambutan dan tanya jawab, rombongan diajak berkeliling Kampus 1 untuk melihat bengkel keahlian TPM, TKR, TSM, Teknik Kimia Industri, TOI, dan TKJ. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kampus 2 di Jalan Panji No. 130 Kepanjen guna meninjau laboratorium DKV dan TAB. Kegiatan ditutup dengan foto bersama di lobi Kampus 2 sekitar pukul 16.30 WIB.
Melalui kunjungan ini, kedua sekolah Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan pendidikan vokasi. Studi tiru menjadi sarana penting untuk saling berbagi pengalaman, mengamati, serta memodifikasi praktik terbaik demi mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments