Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jalan Masuk Surga, Bisa Lewat Dua Cara Ini

Iklan Landscape Smamda
Jalan Masuk Surga, Bisa Lewat Dua Cara Ini
pwmu.co -
H Sholeh ceramah tentang jalan masuk surga di pengajian Jumat Pagi PCM Babat. (Hilman/PWMU.CO)
H Sholeh ceramah tentang jalan masuk surga di pengajian Jumat Pagi PCM Babat. (Hilman/PWMU.CO)

PWMU.CO – Jalan masuk surga dicari semua muslim. Ada dua jalan yang harus dilewati yaitu iman kepada Allah dan amal saleh. Jika itu mampu dilaksanakan akan mendapatkan kebahagiaan.

Demikian pengajian Jumat Pagi (Jumpa) PCM Babat yang disampaikan Drs H Sholeh MSi, kepala Kantor Kementerian Agama Lamongan di Masjid  Taqwa Babat, Jumat (7/2/2020).

Jalan iman kepada Allah, kata Sholeh, berarti menyerahkan hidup sesuai kehendak Allah. ”Allah menciptakan dan menyediakan apa yang kita inginkan. Maka jika kita menghitung nikmatNya, maka tidak akan mampu menghitungnya,” katanya membacakan surat  An Nahl ayat  18.

Sholeh menegaskan, keyakinan kepada Allah membuat seseorang tidak akan menyimpang dari aturan Allah. ”Misalnya mau buka warung tidak akan datang kepada dukun supaya warungnya laris,” tuturnya.

Orang yang beriman kepada Allah yakin rezeki dari Allah, ujarnya, karena itu harus ada usaha untuk mencarinya, selanjutnya berserah diri atau bertawakkal kepada Allah.

Amal Saleh

Jalan menuju surga yang kedua amal saleh. Dikatakan, amal sholeh harus memenuhi dua syarat. Pertama, ikhlas karena Allah. Orang yang berbuat kebaikan, tetapi tidak dilakukan karena Allah, maka tidak dapat disebut amal saleh.

Syarat amal saleh kedua, sambungnya, sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Jika suatu ibadah di luar ketentuannya, maka tertolak.

Dia menambahkan, terkadang keislaman kita mudah terpengaruh dengan lingkungan sehingga amalan ikut menyimpang. Karena itu keislaman harus kaffah  atau menyeluruh sebagai firman Allah  dalam surat al-Baqarah : 208.

 ”Wahai orang-orang yang beriman masuk Islamlah kalian secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan , karena sesungguhnya setan adalah musuhmu yang nyata.”

”Hendaklah kita evaluasi keIslaman kita, jangan hanya tampak waktu puasa, atau waktu nikah dan shalat Hari Raya,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, kesalehan ada ritual dan sosial. Kesalehan ritual yakni kesalehan yang bersifat ibadah seperti seseorang mengerjakan shalat, puasa, haji.

Kedua, kesalehan sosial berkaitan dengan amal sosial, juga memikirkan saudaranya seperti  sedekah, menolong orang yang kesusahan, membantu orang yang membutuhkan. (*)

Penulis Hilman Sueb  Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu