
PWMU.CO – Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur Nadjib Hamid mengingatkan agar kader Ikatan Pelajaran Muhammadiyah (IPM) tidak gampang terpengaruh oleh gerakan atau ideologi yang sifatnya provokatif dan seolah-olah mengatasnamakan agama.
Hal itu disampaikannya dalam acara Millennial Peace Festival yang bersamaan dengan pelantikan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 10 Surabaya di Mall BG Junction, Jumat (23/11/18).
Nadjib mengatakan, akhir-akhir ini gerakan radikal ditengarai tumbuh sumbur di masyarakat karena gencarnya pertarungan ideologi. Gencarnya gerakan itu, kata dia, akhirnya memunculkan dua kutub ekstrim, yakni kelompok radikal dan liberal.
“Nah, pertanyaannya di mana posisi kita?
Ya, kita harus mengambil posisi atau berada di tengah,” kata calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Dapil Jatim nomor urut 41 itu.
Maka dari itu, Nadjib mengingatkan, agar di antara kita tidak gampang terpengaruh oleh gerakan atau ideologi yang sifatnya provokatif dan seolah-olah mengatasnamakan agama itu. Padahal, itu semua sama sekali tidak terkait.
“Kader IPM khususnya, jangan larut dalam gerakan ekstrim kiri atau kanan, dan kita tidak boleh gampang untuk ikut mengecam,” pintanya.
Nadjib menegaskan, ketika menilik sejarah misalnya, gerakan radikal kiri atau kanan tidak ada yang murni karena faktor pemahaman keagamaan.
“Sebagaian, gerakan radikal itu justru dipicu karena kebijakan politik. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Termasuk juga di Indonesia,” paparnya.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim itu menerangkan, prinsip yang diajarkan Muhammadiyah misalnya, adalah Islam berkemajuan.
“Apakah Islam berkemajuan itu? Adalah Islam yang cocok dengan syariatnya ketika menyangkut ibadah mahdhah. Dan, sesuai perkembangan zaman katika menyangkut muamalah. Clear di situ,” tegasnya. (Aan)






0 Tanggapan
Empty Comments