Search
Menu
Mode Gelap

Jamaah Gowes Muhammadiyah Takerharjo Kunjungi Rumah Tahfizh Karanggeneng

Jamaah Gowes Muhammadiyah Takerharjo Kunjungi Rumah Tahfizh Karanggeneng
Jamaah Gowes Muhammadiyah Takerharjo Kunjungi Rumah Tahfizh Karanggeneng. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Jamaah gowes Muhammadiyah Ranting Takerharjo melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Rumah Tahfizh Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Ahad (4/1/2026). Rombongan berangkat pukul 06.00 WIB dengan menempuh jarak kurang lebih 16 kilometer menggunakan sepeda.

Kegiatan gowes ini tidak sekadar olahraga, tetapi juga sarana menjemput keberkahan melalui silaturahmi dan dakwah Al-Qur’an. Tujuan utama jamaah adalah menumbuhkan semangat untuk pandai membaca, mempelajari, serta menghafal Al-Qur’an.

Niat tersebut selaras dengan hadis Nabi Muhammad saw. yang menjelaskan keutamaan orang yang membaca Al-Qur’an. Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur’an dan menghafalnya akan bersama para malaikat yang suci dan mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa sulit, tetap mendapatkan dua pahala.

Jamaah gowes ini terdiri atas jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Takerharjo, yakni Amirul Mu’minin (Ketua Umum), Mushlihin (Sekretaris Umum), M. Khozin (Ketua Tabligh), Khoirul Isfain (Ketua Pendidikan), dan M. Sholih (Ketua Wakaf).

Turut serta pula sejumlah warga dan simpatisan Muhammadiyah dari berbagai latar belakang profesi, di antaranya Haji Saifudin Zuhri (khatib), Haji Mahmud (Ketua RW), Haji Kastim (saudagar), Abdul Halim (pengusaha), Nur Amin (peternak kambing), M. Asyrofi (tukang bangunan), Nurul Amin (petani), M. Ridwan (petani), Imam Rosyadi (wiraswasta), Khoiru Rodlin (wiraswasta), serta Sholihul Anam (petani Muhammadiyah)

Rombongan diterima oleh staf pengurus Rumah Tahfizh Karanggeneng, Harminto, di kompleks Masjid Al-Muttaqin Karanggeneng. Rumah Tahfizh tersebut membina sejumlah santri yang juga mondok di Pondok Pesantren An Nur Muhammadiyah Karanggeneng. Para santri menempuh pendidikan formal di SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng, SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng, dan SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng.

Usai kunjungan, jamaah berencana sarapan ketan di kawasan Tugu Merdeka yang dikenal masyarakat sebagai Tugu Merdeka atau Mati Karanggeneng. Namun, jamaah belum beruntung karena ketan telah habis dan warung hendak tutup

Iklan Landscape UM SURABAYA

Perjalanan pun dilanjutkan dengan menikmati panorama Jembatan Karanggeneng di atas Sungai Bengawan Solo. Jembatan tersebut merupakan tanggung jawab bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan Pemerintah Kabupaten Gresik. Keberadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadikan kawasan jembatan lebih terang dan aman.

Selanjutnya, jamaah mengayuh sepeda menuju Embong Joho Sawo. Di Warung Siti, mereka menikmati jahe susu dan kacang kapri rebus. Sajian sederhana tersebut kaya serat dan protein, sehingga memberi rasa kenyang lebih lama serta menyehatkan tubuh.

Kebahagiaan jamaah semakin bertambah karena seluruh hidangan tersebut dinikmati secara gratis. Seorang anggota kepolisian asal Takerharjo bernama Fatih dengan ikhlas mentraktir seluruh jamaah.

Sebagai ungkapan syukur, jamaah pun menutup kegiatan dengan doa bersama,

“Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makanan kepadaku, dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.” (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments