Jamaah Masjid Al-Falah Pusat Dakwah PRM Jalen Genteng Banyuwangi melaksanakan shalat gerhana bulan di sela waktu antara shalat Isya dan tarawih pada Selasa (3/3/2026).
Pelaksanaan shalat gerhana bulan tersebut digelar menyesuaikan dengan fase gerhana total yang terjadi pada malam 14 Ramadan 1447 Hijriah, sebagaimana tercantum dalam Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/E/2026 tentang Salat Gerhana Bulan Total Selasa Wage, 3 Maret 2026.
Untuk wilayah Banyuwangi dan sekitarnya yang masuk Waktu Indonesia Barat (WIB), rincian fase gerhana bulan total adalah sebagai berikut:
- Awal fase gerhana sebagian: 16:50:01 WIB
- Awal fase gerhana total: 18:04:26 WIB
- Puncak gerhana: 18:33:37 WIB
- Akhir fase gerhana total: 19:02:45 WIB
- Akhir fase gerhana sebagian: 20:17:10 WIB
Waktu Pelaksanaan Disesuaikan Fase Gerhana Total
Berdasarkan data fase gerhana tersebut, takmir Masjid Al-Falah Jalen berkoordinasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen untuk menentukan waktu pelaksanaan yang paling tepat.
Ketua Takmir Masjid Al-Falah Jalen, H. Nawachid, menjelaskan bahwa shalat gerhana dilaksanakan di antara waktu setelah shalat Isya dan sebelum shalat sunnah tarawih.
“Mengacu pada fase gerhana total yang berakhir pukul 19.02 WIB, maka disepakati pelaksanaan shalat gerhana dilakukan di sela-sela Isya dan tarawih agar bertepatan dengan puncak gerhana. Jika dilaksanakan setelah tarawih, fase gerhana sudah berakhir,” ujarnya.
Ia menambahkan, waktu tersebut dinilai paling tepat karena tidak mengganggu aktivitas jamaah, termasuk kebutuhan berbuka puasa di bulan Ramadan.
Khutbah Tekankan Dzikir, Doa dan Sedekah
Bertindak sebagai imam shalat gerhana adalah H. Nawachid, sedangkan khutbah disampaikan Ketua PRM Jalen, Abdul Muntholib.
Dalam khutbahnya, ia menyampaikan dua hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, di antaranya:
- “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena wafatnya atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.” (HR Bukhari dan Muslim).
- “Maka bersegeralah untuk berzikir kepada Allah, berdoa kepada-Nya, dan beristighfar.” (HR Bukhari dan Muslim).
Menurutnya, hadits tersebut menegaskan bahwa gerhana merupakan fenomena alam yang sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah SWT. Gerhana tidak berkaitan dengan wafat atau hidupnya seseorang, sebagaimana pernah terjadi saat wafatnya putra Rasulullah, Ibrahim.
Ia juga menekankan bahwa gerhana menjadi momentum berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui shalat, doa, dzikir, istighfar, dan sedekah.
“Gerhana adalah peluang untuk memperbanyak dzikir, doa, dan bersedekah. Apalagi saat ini bertepatan dengan bulan Ramadan, pahala ibadah akan berlipat ganda,” pungkasnya.
Tarawih Dilanjutkan Usai Shalat Gerhana
Setelah rangkaian shalat gerhana bulan selesai dilaksanakan, jamaah kemudian melanjutkan dengan shalat tarawih. Bertindak sebagai imam tarawih adalah Mu’at bin Chambal, S.Pd., hingga rangkaian ibadah malam itu berjalan paripurna.
Pelaksanaan shalat gerhana bulan di PRM Jalen ini menjadi bagian dari ikhtiar dakwah dan penguatan spiritual jamaah, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.






0 Tanggapan
Empty Comments