Pagi itu, matahari belum sepenuhnya meninggi ketika halaman Masjid Baiturrohim, PRM Pangkemiri, Tulangan, sudah dipadati jamaah. Sejak pukul 06.00 WIB, langkah-langkah para pencari ilmu (tholibul ilmi) terus berdatangan, memenuhi lantai dua hingga meluber ke halaman, bahkan mendekati tepi Jalan Raya Ngemplak, Ahad (12/4/2026).
Pemandangan ini bukan sekadar keramaian biasa. Ia adalah potret semangat beragama yang tumbuh dan terus dirawat oleh warga Muhammadiyah Tulangan.
Mayoritas jamaah yang hadir adalah kaum laki-laki dewasa, pemuda dan juga ibu-ibu dari unsur Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah (NA). Dengan penuh khidmat, mereka duduk rapi, menanti dimulainya kajian Ahad pagi yang rutin digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan.
Di tengah membludaknya jamaah, panitia tetap sigap. Kendaraan diatur rapi, arus lalu lintas dijaga bersama aparat dari Polsek dan Koramil Tulangan, sehingga kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Tepat pukul 06.30 WIB, acara dibuka oleh MC Fakhruddin Efendi, yang juga Ketua PRM Pangkemiri. Suasana semakin syahdu saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan oleh Ustadz Muhammadun, pengajar Ponpes MBS SMP Mulia, dengan metode menyimak yang menenangkan hati.
Kekompakan Warga Muhammadiyah
Memasuki sesi sambutan, Ketua PCM Tulangan Abdillah Adhi SE menyapa jamaah dengan penuh rasa syukur. Ia mengawali dengan apresiasi kepada panitia, khususnya PRM Pangkemiri, atas kekompakan dan kerja keras dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kita semua diberikan kesehatan dan kesempatan hadir dalam majelis ilmu ini. Yang membanggakan, dari waktu ke waktu jumlah jamaah terus meningkat,” ujarnya.
Dengan gaya komunikatifnya, Adhi bahkan menyebut indikator unik yang mencerminkan jumlah jamaah.
“Paling sedikit 600 hingga lebih dari 1000 orang, itu bisa dilihat dari jumlah mangkok soto yang disediakan panitia—semuanya habis,” ungkapnya, disambut senyum jamaah.
Namun, di tengah suasana penuh semangat itu, Adhi juga mengajak jamaah untuk sejenak menundukkan hati. Ia menyampaikan kabar duka atas wafatnya salah satu tokoh dan sesepuh pendiri Muhammadiyah Tulangan, Mukhlis Haryadi.
“Kita doakan semoga seluruh perjuangan beliau diterima Allah SWT sebagai amal saleh dan dimudahkan jalannya menuju ridha-Nya,” tuturnya. Doa itu pun diamini serempak oleh jamaah.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan duka atas wafatnya salah satu kader terbaik Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua LHKP PWM Jatim, putra kedua dari ulama kharismatik Jawa Timur KH. Abdurrahim Nur, yakni Ustadz Mirdasy. Adhi mengisahkan betapa besarnya pengaruh almarhum, terlihat dari membludaknya jamaah takziah yang datang dari berbagai daerah, bahkan hingga menghadiri prosesi pemakaman.
“Pemakaman beliau juga dihadiri Sekretaris PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, yang merupakan sahabat seperjuangan almarhum,” jelasnya.
Di sisi lain, Adhi juga menyampaikan sejumlah agenda penting organisasi. Di bidang pendidikan, PCM Tulangan akan melakukan pergantian kepala sekolah di SMP Muhammadiyah 5 (Mulia) dan SMA Muhammadiyah 3 Tulangan pada tahun 2026.
Sementara itu, kabar menggembirakan datang dari PRM Sudimoro yang akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Mushola As-Salam. Meski jumlah jamaahnya relatif sedikit, Adhi mengaku bangga dengan semangat para pengurusnya yang didominasi anak muda.
“Masyaallah, ini luar biasa. Semangat teman-teman Sudimoro patut menjadi inspirasi. Semoga Allah mudahkan perjuangan mereka,” ujarnya.
Ia pun mengajak jamaah yang berkesempatan untuk turut hadir dalam prosesi ground breaking usai pengajian.
Konsolidasi Iduladha
Menutup sambutannya, Adhi menekankan pentingnya konsolidasi menjelang Iduladha, khususnya dalam pengelolaan kurban. Ia meminta Majelis Sosial untuk segera mengoordinasikan pembentukan panitia di setiap ranting, serta memperkuat sistem pendataan.
“Kita ingin tahun ini semua informasi sinkron, baik di AUMDIK, AUMKES, maupun di seluruh ranting. Data ini penting untuk proyeksi dan perencanaan ke depan,” tegasnya.
Kajian Ahad pagi itu pun tidak hanya menjadi ruang menimba ilmu, tetapi juga ruang memperkuat ukhuwah, merawat semangat dakwah, dan meneguhkan langkah bersama dalam memajukan Muhammadiyah.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan, pagi itu menghadirkan pesan sederhana namun dalam: bahwa kebersamaan dalam kebaikan akan selalu menemukan jalannya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments