Jambore Daerah (Jamda) VIII Hizbul Wathan (HW) Ponorogo resmi dibuka pada Jumat (19/09/2025) di Lapangan Japan, Kecamatan Babadan, Ponorogo.
Kegiatan dua tahunan yang mengangkat tema “Pandu Berkarya Hizbul Wathan Berdaya” ini akan berlangsung selama tiga hari dan diikuti 22 regu.
Adapun 22 regu itu terdiri dari 12 regu putri dan 10 regu putra, dari qobilah sekolah serta madrasah Muhammadiyah se-Ponorogo dan Madiun.
Hadirkan Kwarwil HW hingga Pimpinan AUM
Pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, terhadiri oleh jajaran pengurus Kwarwil HW Jawa Timur, Kwarda HW Ponorogo, Muspika Kecamatan Babadan.
Selain itu, hadir pula pimpinan Ortom Muhammadiyah Daerah Ponorogo, serta beberapa pimpinan amal usaha Muhammadiyah di wilayah setempat.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Drs H Harry Sumaryanto MPd, memberikan pesan penuh makna. Ia menegaskan bahwa Jamda bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan karakter.
“Disiplin itu tidak akan pernah tumbuh begitu saja, melainkan harus dilatih dan bahkan dipaksakan. Dari paksaan itu lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan, dan dari kebiasaan akan lahir kesadaran. Itulah tujuan utama pendidikan kepanduan” tegasnya.
Ia kemudian menekankan pentingnya kebersamaan yang tercipta dalam Jamda kali ini. Semua peserta memiliki nasib yang sama, berada di tempat yang sama, merasakan pengalaman yang sama.
Kebersamaan inilah yang kelak akan menjadi kenangan indah sekaligus pelajaran berharga. Bahwa perjuangan tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan harus bersama-sama.
“Gunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Waktu yang singkat di Jamda ini adalah momen emas untuk menunjukkan jati diri seorang pandu HW” terang Harry.
“Lakukan yang terbaik, tunjukkan kemampuan dan kreativitas yang dimiliki, serta jadikan kegiatan ini sebagai sarana menempa diri. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kelancaran hingga seluruh rangkaian acara selesai dengan sukses” tutupnya.
Harapan Ketua HW Ponorogo
Sementara itu, Ketua Kwarda HW Ponorogo Ramanda Kabul Arifin, menaruh harapan besar terhadap kegiatan ini.
Ia berharap agar Jamda VIII mampu melahirkan kader militan yang siap melanjutkan perjuangan Hizbul Wathan di Bumi Reog. “Qobilah yang tahun ini belum dapat mengirimkan utusan semoga pada Jamda berikutnya bisa ikut serta” katanya.
Menariknya, Jamda VIII HW Ponorogo tidak hanya diisi dengan perkemahan dan apel, tetapi juga menghadirkan enam kategori lomba sebagai ajang unjuk bakat dan keterampilan.
Kategori tersebut meliputi lomba Kepanduan, Seni Budaya dan Keterampilan, Keilmuan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan, Game, Wawasan, serta Kemandirian.
Seluruh lomba ini terancang untuk mengasah potensi peserta, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat rasa kebersamaan antar regu.
Dengan semangat berkarya dan berdaya, Jamda VIII HW Ponorogo bukan hanya menjadi ruang kompetisi. Melainkan juga momentum membangun generasi muda Muhammadiyah yang tangguh, religius, dan siap menghadapi tantangan zaman.





0 Tanggapan
Empty Comments