
Duhai para Penyeru!
Mari garis bawahi sebagian puisi Taufiq Ismail di atas: ….. Aku-pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia:/ doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang menapak jalan-Nya,/
Makna dari permintaan Taufiq Ismail di atas, sangat jelas! Bahwa, hendaknya semua dari kita dan terutama yang berposisi sebagai penyeru kebenaran seperti ulama, da’i, penceramah, atau khatib menjadikan “Masalah Palestina” sebagai tema utama dalam ceramah di semua pengajian atau khutbah Jum’at kita.
Intinya, umat Islam patut segera mendapat penjelasan tentang apa yang terjadi di Palestina serta bagaimana perspektif Islam tentang ini. Misalnya, siapa Palestina dan apa nilai penting Masjid Al-Aqsha yang ada di wilayah itu. Jelaskan pula “siapa” Israel dan sejarah panjangnya yang suka melampaui batas.
Sampaikan bahwa Israel itu penjajah. Israel tak segan-segan menggunakan segala cara meski itu terlarang. Israel itu bengis tak mempedulikan sasaran serangan (bayi, anak-anak, wanita dan manula banyak yang menjadi korban).
Dakwah Kontekstual
Kapan pun, berdakwah sebaiknya kontekstual. Di sebuah kampung yang sedang didera kelaparan, jangan berceramah tentang nilai penting bersedekah. Gantilah ceramah, dengan aksi nyata berupa bagi-bagi sembako.
Dari mana si pendakwah mendapatkan sembako? Dia tidak sendiri! Manfaatkanlah jaringan yang dia punya untuk menggalang sumbangan. Bentuk sumbangan bisa berupa uang (untuk kemudian dibelikan sembako) atau langsung dalam bentuk sembako.
Berikut ini, contoh lain. Pada pengajian Peringatan Maulid Nabi Saw di tahun 2023 (di sekitar pekan ketiga September 2023), berkisahlah tentang sisi kepemimpinan Rasulullah Saw. Tutuplah pengajian dengan seruan, bahwa di saat memilih pemimpin di level mana pun hendaklah memilih figur yang paling mendekati sifat-sifat kepemimpinan Nabi Saw.
Contoh lain lagi. Sebentar lagi, peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023. Di pengajian atau ceramah kita, jelaskan bagaimana peranan pemuda Islam di Jong Islamieten Bond (JIB) pada peristiwa bersejarah di 1928 itu.
Selanjutnya, di sekitar peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023, di pengajian atau khutbah kita jelaskanlah perihal sumbangan Resolusi Jihad yang dicetuskan Hasyim Asy’ari. Bagaimana pengaruhnya dalam menaikkan semangat jihad para pejuang kala itu?
Itulah, dakwah kontekstual. Itulah dakwah, yang selalu berusaha menjadikan sesama Muslim sebagai saudara sendiri. Apa yang dirasakan sakit oleh mereka, kitapun merasakan sakit yang sama.
Palestina, sungguh tak akan kami biarkan engkau sendirian. Sungguh, engkau saudara kami, seperti yang Allah tegaskan di ayat ini. “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara” (al-Hujuraat 10). (*)
Editor Mohammad Nurfatoni





0 Tanggapan
Empty Comments