Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jangan Lupakan Adab

Iklan Landscape Smamda
Jangan Lupakan Adab
Hilman Sueb. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Moh. Helman Sueb Pesantren Muhammadiyah Babat – Lamongan
pwmu.co -

Setiap peringatan Hari Guru Nasional (HGN) pada 25 November, suasana haru dan penuh penghormatan selalu tampak, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Upacara HGN digelar dengan khidmat, diikuti momen spontan pemberian bingkisan dari murid kepada guru sebagai ungkapan terima kasih.

Hubungan guru dan murid yang hangat dan penuh sukacita seperti ini seharusnya juga tampak dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Kita semua pernah menjadi murid. Pernah melakukan kekhilafan, kecil maupun besar. Semua itu menjadi pengalaman yang mungkin kini kita kenang dengan senyum. Namun dari pengalaman itulah, kita belajar bahwa seorang murid harus memiliki adab yang tinggi agar ilmu yang dipelajari menjadi mudah, berkah, dan bermanfaat.

Adab dalam Tradisi Ulama Salaf

Para ulama salaf sangat menekankan pentingnya adab sebelum ilmu. Mereka mengarahkan murid agar mempelajari adab terlebih dahulu sebelum mendalami bidang keilmuan tertentu. Imam Malik rahimahullah pernah berpesan kepada seorang pemuda Quraisy:

“Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.”

Mengapa adab didahulukan? Yusuf bin Al-Husain menjelaskan:

“Dengan mempelajari adab, engkau akan mudah memahami ilmu.”

Ini menunjukkan bahwa adab adalah fondasi yang menguatkan bangunan ilmu seseorang. Tanpa adab, ilmu justru dapat menjadi bumerang yang menjerumuskan.

Ketika Adab Hilang dari Kehidupan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat banyak orang tergelincir dari jalan kebenaran karena lemahnya adab dan akhlak. Keberhasilan atau kelebihan sering dipahami sebatas kebanggaan, bukan sebagai amanah yang harus disyukuri. Ketika iman melemah, seseorang mudah larut dalam gemerlap dunia dan melanggar aturan agama.

Akibatnya, adab kian memudar. Maka tidak heran, kita melihat berita tentang dokter yang terlibat tindak kriminal, tokoh agama yang tersandung kasus, hingga pejabat yang melakukan korupsi. Bahkan tragedi keluarga, seperti ayah yang membunuh anak kandung, atau remaja yang terjerat pencurian, semuanya berakar dari hilangnya adab.

Misi Rasulullah: Menyempurnakan Akhlak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari)

Dalam periode 22 tahun 2 bulan 22 hari, Nabi berhasil mengubah bangsa Arab dari kaum yang tidak memperhatikan adab, menjadi masyarakat yang sangat beradab. Inilah bukti bahwa pendidikan adab adalah pondasi perubahan besar dalam sebuah peradaban.

Adab dalam Dunia Pendidikan

Pendidikan adab harus menjadi dasar dalam dunia pendidikan, berdampingan dengan pengetahuan. Tanpa adab, ilmu bisa disalahgunakan; tetapi dengan adab, ilmu akan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Sabda Rasulullah menjadi landasan kuat untuk mendidik generasi Islam. Langkah-langkahnya dapat kita teladani, antara lain:

Satu, Mengajarkan keimanan, terutama iman kepada Allah SWT.

Dua, Memberikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tiga, Memberikan pembiasaan praktik, seperti cara menghormati orang tua, cara berdagang yang jujur, dan perilaku sehari-hari yang baik.

Empat, Mengenalkan akhlak terpuji beserta manfaatnya, serta akhlak tercela dan akibatnya.

Lima, Mengajarkan adab sebagai penuntut ilmu, seperti menghormati guru, menjaga lisan, dan bersungguh-sungguh dalam belajar.

Seperti pesan Yusuf bin Al-Husain, memahami ilmu akan lebih mudah jika adab telah tertanam dengan kuat. Orang dengan adab baik akan dikenang oleh banyak orang, meski ilmunya mungkin tidak sebesar yang lain.

Semoga para guru terus menanamkan adab kepada para murid dengan penuh kesabaran, terutama di era digital saat ini, dan tetap semangat mengemban amanah pendidikan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu